Tim SAR Tanjungpinang mengevakuasi penumpang KMP Sembilang di perairan Pulau Karas, Selasa (7/4/2026) malam. (Foto: SAR Tanjungpinang)
TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melakukan evakuasi medis darurat terhadap penumpang KMP Sembilang di perairan Pulau Karas, Selasa (7/4/2026) malam. Korban bernama Ismed (62) dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.
Laporan pertama diterima dari kapten kapal pada Selasa (7/4/2026) pukul 18.40 WIB. Saat itu korban dilaporkan mengalami sesak napas disertai penurunan kesadaran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan korban sedang dalam perjalanan untuk berobat kanker leher stadium empat.
“Korban diketahui sedang dalam perjalanan untuk berobat penyakit kanker leher stadium empat. Kondisinya memburuk sejak pukul 18.00 WIB hingga akhirnya tidak sadarkan diri,” kata Fazzli, Rabu (8/4/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR diberangkatkan pada pukul 18.55 WIB menggunakan Rigid Buoyancy Boat dengan kekuatan delapan personel menuju posisi kapal yang berada sekitar 9 nautical mile dari titik keberangkatan.
“Selama proses menuju lokasi, koordinasi dilakukan dengan KSOP dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang untuk menyiapkan tim medis serta ambulans di Pelabuhan Pelantar 1,” ujarnya.
Tim SAR gabungan tiba di lokasi pada pukul 19.35 WIB dan langsung melakukan evakuasi. Berdasarkan pemeriksaan awal di atas kapal, korban diketahui telah mengalami henti napas dan henti jantung.
“Proses pemindahan korban ke perahu evakuasi selesai pada pukul 19.55 WIB. Selanjutnya korban dibawa menuju Pelabuhan Pelantar 1 dan tiba pada pukul 20.15 WIB,” ujarnya.
Setibanya di darat, korban segera dibawa ke Rumkital Dr Midiyato Tanjungpinang menggunakan ambulans. Namun setelah dilakukan pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 20.30 WIB.
“Setelah korban diserahkan ke pihak rumah sakit, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 21.00 WIB,” ujarnya. MK-YR
Redaktur: Munawir Sani
