Ilustrasi organ ginjal dan pemeriksaan medis kanker ginjal.

Ilustrasi kanker ginjal. (f: gemini)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal European Urology memperkirakan jumlah kasus kanker ginjal di dunia berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dalam 25 tahun ke depan.

Pada tahun 2022, tercatat hampir 435.000 kasus baru kanker ginjal dengan sekitar 156.000 kematian secara global. Jika tren saat ini terus berlanjut, angka tersebut diprediksi melonjak signifikan pada 2050.

Penelitian ini melibatkan tim internasional, termasuk peneliti dari Fox Chase Cancer Center. Penulis senior studi tersebut, Alexander Kutikov, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Urologi di Fox Chase Cancer Center, menegaskan bahwa kanker ginjal menjadi masalah kesehatan global yang terus berkembang.

“Kanker ginjal merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Baik tenaga medis maupun pembuat kebijakan perlu mempersiapkan diri menghadapi lonjakan kasus ini,” ujar Kutikov, Senin (9/3/2026).

Dalam studi berjudul “Epidemiology of Renal Cancer: Incidence, Mortality, Survival, Genetic Predisposition, and Risk Factors” dijelaskan bahwa tingkat kelangsungan hidup pasien kanker ginjal selama lima tahun berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung wilayah dan akses terhadap layanan kesehatan.

Baca Juga:  5 Ciri Urine yang Bisa Jadi Tanda Kerusakan Ginjal di Usia Muda, Jangan Diabaikan!

Wilayah dengan tingkat ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki angka kelangsungan hidup yang lebih baik. Hal ini dipengaruhi oleh deteksi dini melalui pemeriksaan pencitraan rutin serta akses terhadap operasi, terapi sistemik, dan radioterapi.

Faktor Pemicu yang Perlu Diwaspadai

Penelitian tersebut juga menyoroti sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker ginjal. Sekitar 5–8 persen kasus diketahui bersifat herediter atau diturunkan dalam keluarga, umumnya terkait mutasi gen tertentu.

Tes genetik disarankan bagi individu yang didiagnosis kanker ginjal pada usia muda, pasien dengan kanker pada kedua ginjal, atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Selain faktor genetik, lebih dari separuh kasus kanker ginjal berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Faktor tersebut meliputi obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal kronis, kebiasaan merokok, paparan lingkungan tertentu, serta kurangnya aktivitas fisik.

“Perubahan gaya hidup seperti pengendalian berat badan, pengelolaan tekanan darah dan gula darah, dan terutama berhenti merokok, dapat secara signifikan menurunkan risiko. Ini adalah strategi pencegahan yang dapat membuat perbedaan nyata,” tambah Kutikov.

Baca Juga:  Benarkah Sering Makan Mie Instan Bisa Sebabkan Fatty Liver pada Anak Muda? Ini Penjelasannya

Para peneliti menekankan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini guna menekan potensi lonjakan kasus dalam beberapa dekade mendatang. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani