Screenshot_20261007_192901

LINGGA – Harapan masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, agar persoalan kelistrikan segera berakhir kembali diuji. Pasalnya, pemadaman listrik masih terjadi secara tak menentu, mulai dari mati mendadak hingga pemadaman bergilir yang membuat warga harus kembali beradaptasi dengan kondisi listrik yang tidak stabil.

Bagi masyarakat, pemadaman listrik sebenarnya bukan lagi cerita baru. Namun ketika kondisi tersebut terus berulang tanpa kepastian, rasa kesal perlahan berubah menjadi keresahan.

Ironisnya, di tengah pemadaman yang kembali terjadi, masyarakat mengaku belum mendapatkan informasi resmi yang memadai mengenai penyebab gangguan maupun kepastian kapan kondisi kelistrikan akan kembali normal.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi bahan perbincangan warga, termasuk di media sosial.

Ada yang mempertanyakan mengapa listrik masih kerap padam, sementara sebelumnya masyarakat sempat berharap kehadiran mesin pembangkit baru mampu memperkuat sistem kelistrikan di Lingga.

Pertanyaan sederhana pun bermunculan: mesin baru sudah tiba, lalu mengapa listrik masih byarpet?

Bukan sekadar soal gelap-terang. Pemadaman berulang juga ikut menyeret persoalan lain yang dirasakan masyarakat. Aktivitas rumah tangga terganggu, usaha kecil ikut terdampak, sementara sejumlah warga mengkhawatirkan kondisi peralatan elektronik akibat listrik yang mati dan kembali menyala secara tiba-tiba.

Baca Juga:  Bupati Natuna Dampingi Wamenlu Tinjau Sejumlah Proyek Strategis

Keluhan mengenai peralatan elektronik yang mengalami kerusakan pun mulai muncul. Warga juga menyoroti kondisi kelistrikan yang tidak stabil karena pemadaman terjadi berulang kali.

Di media sosial, keresahan tersebut semakin terbuka. Sebagian warga memilih bertanya, sebagian lainnya melontarkan kritik, sementara ada pula yang mempertanyakan efektivitas penambahan mesin pembangkit yang sebelumnya diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan kelistrikan di daerah tersebut.

Masyarakat pada dasarnya tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin listrik menyala secara normal dan ketika terjadi gangguan, ada penjelasan yang jelas.

Sebab, bagi warga, pemadaman sesekali mungkin masih dapat dimaklumi apabila disertai informasi yang transparan. Namun ketika listrik padam tanpa kepastian dan masyarakat harus menebak-nebak penyebabnya, persoalan tersebut justru melahirkan keresahan baru.

Apalagi listrik kini menjadi kebutuhan dasar yang menyentuh hampir seluruh aktivitas masyarakat. Rumah tangga, pelaku usaha, sekolah, kantor hingga berbagai pelayanan publik sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Karena itu, masyarakat berharap pihak PLN dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi kelistrikan di Lingga. Termasuk penyebab pemadaman, kondisi daya yang tersedia, sistem pembangkit yang saat ini beroperasi, serta sejauh mana mesin baru mampu memperkuat pasokan listrik di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Lewat Cerita dan Permainan, STISIPOL Raja Haji Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Anak Desa Duara

Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan listrik yang datang dan pergi tanpa aba-aba, sementara pertanyaan tentang penyebabnya justru dibiarkan menggantung.

Kini warga menunggu satu hal yang paling sederhana: bukan janji, melainkan kepastian kapan listrik Lingga benar-benar bisa kembali normal. (Mk/willy)