Stok ayam potong di pasar Tanjungpinang jelang Idulfitri 1447 H.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany ditemui Jumat (27/2/2026). (Foto: YR)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Ketersediaan bahan pokok di Kota Tanjungpinang menjelang Idulfitri 1447 Hijriah dipastikan aman. Stok ayam potong ditingkatkan menjadi 8.000 ekor per bulan, sementara harga sayur naik tipis akibat curah hujan tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan pasokan sayur mayur yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Bintan sempat terganggu akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Sebagian sayuran seperti kangkung dan kacang panjang terdampak pada masa panen. Meski demikian, kenaikan harga di pasar masih dalam batas wajar.

“Kami memantau setiap hari. Memang ada kenaikan, tapi marginnya tidak terlalu tinggi,” kata Riany, Jumat (27/2/2026).

Disdagin berkoordinasi dengan distributor ayam, termasuk PT Japfa dan PT Charoen Pokphand di Bintan, guna menjaga ketersediaan stok serta kelancaran distribusi. Selain itu, dibentuk grup khusus untuk menindaklanjuti kendala penyaluran.

“Distributor menyiapkan tambahan stok ayam potong sebesar 10 persen dari kebutuhan normal bulanan,” ujarnya.

Menurut Riany, peningkatan stok telah dilakukan sejak momentum Tahun Baru Imlek. Namun, curah hujan tetap memengaruhi produksi ayam karena kondisi basah dapat menurunkan stabilitas produksi.

Baca Juga:  Halal Bihalal dengan Warga Sengkuang, Amsakar Paparkan Upaya Atasi Permasalahan Air

Ia menegaskan, selama stok tersedia, distribusi lancar, dan kondisi cuaca mendukung, tidak ada alasan bagi pedagang untuk menaikkan harga secara signifikan. Kenaikan harga akibat peningkatan permintaan masih dalam batas wajar.

“Kalau kenaikan mulai mengganggu stabilisasi harga, akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. MK-YR

Redaktur: Munawir Sani