ilustrasi-kejahatan

Foto: Ilustrasi pelaku kejahatan ditangkap. (Getty Images/iStockphoto/uzhursky)

BANDUNG (marwahkepri.com) – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali menggemparkan publik. Kali ini, seorang dokter berinisial IS (37) diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang baru berusia 3,5 tahun di Bandung, Jawa Barat.

Kasus tersebut terungkap setelah sang ibu mencurigai perubahan perilaku anaknya pada 13 Desember 2025. Kecurigaan itu muncul ketika bocah tersebut memperagakan adegan dewasa di hadapan ibunya.

Saat ditanya mengenai perilaku tersebut, anak itu mengaku mengetahui adegan tersebut dari telepon genggam milik ayahnya.

Kecurigaan sang ibu semakin kuat ketika anaknya mengeluhkan rasa sakit pada bagian intim saat buang air kecil. Setelah diperiksa, ditemukan tanda-tanda luka yang kemudian membuat keluarga membawa korban mendapatkan pemeriksaan medis.

Pengacara dari Jabar Bantuan Hukum, Debi Agusfrinsa, mengatakan pemeriksaan dokter menemukan adanya luka pada bagian intim korban.

“Terus dicek sama ibunya, itu agak lebam. Ibunya kemudian membawa pergilah ke dokter, dari dokter dilihat ada robekan,” kata Debi kepada detikJabar, Selasa (20/10/2026).

Dugaan Kekerasan Disebut Berlangsung Sejak November 2025

Menurut pendamping keluarga, korban kemudian mulai menceritakan dugaan perbuatan yang dialaminya. Tindakan tersebut disebut telah berlangsung sejak November 2025.

Baca Juga:  Betrand Peto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Kekerasan Seksual

Dalam keterangannya, Debi menyebut dugaan kekerasan terjadi di rumah maupun di hotel. Anak tersebut diduga beberapa kali dibawa ayahnya ke hotel, terutama ketika terjadi pertengkaran antara kedua orang tuanya.

Korban disebut sempat diberikan mainan sebelum mengalami tindakan yang diduga dilakukan oleh ayahnya.

Terduga pelaku diketahui berprofesi sebagai dokter dan memiliki klinik di Kota Bandung. Kasus ini sebenarnya telah dilaporkan kepada polisi sejak akhir 2025, tetapi pihak keluarga merasa penanganannya belum memberikan perkembangan yang diharapkan.

Ibu Korban Mencari Bantuan hingga Bertemu Atalia Praratya

Karena merasa belum memperoleh kepastian, ibu korban kemudian mencari bantuan dari berbagai pihak.

Pada Senin (19/10/2026), ibu korban menemui anggota DPR RI Atalia Praratya bersama tim Jabar Bantuan Hukum untuk meminta pendampingan agar perkara tersebut mendapat penanganan lebih lanjut.

Debi mengatakan kondisi psikologis ibu korban turut terdampak akibat proses panjang yang harus dilaluinya. Sang ibu disebut kebingungan mencari tempat mengadu setelah sebelumnya berupaya meminta bantuan kepada sejumlah lembaga, termasuk Komnas Perlindungan Anak.

Baca Juga:  Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA Lewat Tiga Aplikasi Digital, Ini Fungsinya

“Kalau secara psikologis, dia cerita sampai gemeter, kayak bingung mau ngadu ke siapa lagi,” ujar Debi.

Jabar Bantuan Hukum kini mendampingi ibu korban dalam mengawal proses hukum kasus tersebut.

Dokter Terduga Pelaku Sudah Diamankan Polisi

Perkembangan terbaru, Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Barat telah mengamankan IS.

Direktur Ditres PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini, IS masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Sudah diamankan, saat ini masih menjalani pemeriksaan,” kata Rumi, Rabu (21/10/2026).

Rumi menambahkan, penyidik masih mendalami keterangan terduga pelaku dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk melengkapi penanganan perkara.

“Kita juga masih nunggu visum. Nanti di ekspose,” ujarnya.

Polisi berencana menyampaikan perkembangan kasus tersebut secara resmi setelah proses pemeriksaan dan pendalaman bukti selesai dilakukan.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Sementara itu, identitas anak korban perlu tetap dirahasiakan untuk melindungi privasi dan kondisi psikologisnya. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani