WhatsApp Image 2026-05-07 at 12.48.06

Salah seorang wisatawan asal Malaysia, Makcik Orkit ditemui saat berkunjung ke SMKN 2 Bunguran Timur, Kamis (7/5/2026). (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Keindahan alam Kabupaten Natuna kembali mencuri perhatian wisatawan mancanegara. Salah seorang wisatawan asal Malaysia, Makcik Orkit, mengaku terkesan dengan panorama alam, keramahan masyarakat, hingga kuliner khas yang ada di Ranai, Natuna.
‎
‎Namun di balik kekagumannya, ia menyoroti mahalnya biaya transportasi menuju Natuna yang dinilai masih menjadi tantangan utama bagi wisatawan.
‎
‎“Ranai, Natuna ini wilayah yang sangat indah dan cantik. Kekurangannya hanya dari sisi transportasi untuk datang ke sini,” ujarnya saat berkunjung ke SMKN 2 Bunguran Timur, Kamis (7/5/2026).
‎
‎Menurut Makcik Orkit, akses menuju Natuna membutuhkan biaya besar apabila menggunakan jalur udara. Sementara perjalanan laut dianggap terlalu memakan waktu.
‎
‎“Kalau naik pesawat biayanya agak mahal, sedangkan kalau lewat laut waktunya lama,” katanya.
‎
‎Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengurangi keinginannya untuk kembali berkunjung ke Natuna. Ia bahkan mengaku sudah dua kali datang ke daerah perbatasan tersebut.
‎
‎“Insya Allah, kalau ada kesempatan dan kemurahan rezeki, saya akan datang lagi ke Natuna sekitar September atau Oktober nanti,” ujarnya sambil tersenyum.
‎
‎Selain terpukau dengan alam Natuna, ia juga memuji pelayanan masyarakat dan agen perjalanan yang dinilai sangat ramah dan profesional.
‎
‎“Alamnya cantik, makanannya juga sesuai dengan selera kami. Pelayanannya sangat baik,” ungkapnya.
‎
‎Menurutnya, rasa lelah selama perjalanan panjang menuju Natuna langsung terbayar begitu tiba dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.
‎
‎“Begitu sampai, rasa capek langsung hilang karena pelayanan yang diberikan sangat baik,” tambahnya.
‎
‎Untuk mencapai Natuna, rombongan wisatawan Malaysia tersebut menggunakan berbagai moda transportasi. Sebagian besar memilih penerbangan dari Malaysia menuju Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke Ranai.
‎
‎Sementara Makcik Orkit memilih perjalanan kombinasi darat, laut, dan udara.
‎
‎“Saya dari Kuala Lumpur naik bus ke Johor, lalu naik feri ke Batam, kemudian lanjut pesawat ke Ranai,” pungkasnya.
‎
‎Kunjungan wisatawan asing ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Natuna. Namun, persoalan konektivitas dan mahalnya biaya transportasi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah perbatasan Indonesia tersebut. MK-nang

Baca Juga:  BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

Redaktur: Munawir Sani