Lima pria mengaku warga Batam minta dipulangkan dari Kamboja

Video lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta bantuan pemerintah untuk difasilitasi pulang dari Kamboja. (Foto: TIkTok)

BATAM (marwahkepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menelusuri identitas lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta difasilitasi untuk pulang dari Kamboja. Penelusuran dilakukan setelah video permohonan kepulangan mereka viral di media sosial.

Dalam video itu, mereka meminta bantuan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra untuk memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.

“Kami, warga Batam yang saat ini berada di penampungan Kamboja, memohon kebijakan dan bantuan Bapak untuk memfasilitasi pemulangan kami ke Tanah Air,” ujar salah seorang pria dalam video tersebut dilihat Sabtu (12/9/2026).

Mereka juga meminta Pemko Batam berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Luar Negeri, untuk membantu proses kepulangan.

“Kami sangat berharap perhatian serta uluran tangan Bapak agar kami dapat segera kembali ke pelukan keluarga di Batam,” lanjutnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan Pemko Batam belum dapat memastikan identitas maupun status kelima pria tersebut.

Pemko Batam telah meneruskan video tersebut kepada Kementerian Luar Negeri untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Baca Juga:  Pemprov Kepri dan Senator Dwi Ajeng Latih 400 Pelaku UMKM Kembangkan Usaha dengan AI

“Yang namanya enggak tahu. Datanya tak ada. Makanya video itu juga saya kirimkan ke kementrian luar negeri untuk dipastikan dulu mereka dalam rangka apa di sana,” kata Rudi, Jumat (11/9/2026).

Rudi mengatakan, penelusuran diperlukan karena informasi mengenai kelima pria tersebut baru berdasarkan pengakuan dalam video. Pemko Batam belum menerima data identitas yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan.

“Jalur dia ke sana (Kamboja) bagaimana? Apakah resmi? Terus nama-namanya siapa? Suara kan enggak bisa dideteksi siapa namanya bagaimana,” ujarnya.

Selain identitas, Pemko Batam juga ingin mengetahui bagaimana kelima pria tersebut berangkat ke Kamboja, siapa yang memberangkatkan serta persoalan yang mereka hadapi selama berada di negara tersebut.

Hingga kini, Pemko Batam juga belum menerima laporan dari keluarga yang mengaku memiliki anggota keluarga dalam video tersebut.

Rudi mengimbau masyarakat yang mengenali kelima pria tersebut atau memiliki anggota keluarga yang diduga berada dalam video agar segera menyampaikan informasi kepada Pemko Batam.

“Kalau ada yang keluarganya mungkin boleh disampaikan ke kita, biar kita koordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri,” ujarnya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Tanjung Piayu, Parang dan Motor Diamankan

Menurut Rudi, apabila identitas kelima pria tersebut telah diketahui, pemerintah dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui keberadaan serta persoalan yang mereka hadapi di Kamboja.

“Langkah pertama kita sudah koordinasi dengan Kemenlu. Kita telusuri siapa, datanya siapa, terus dalam rangka apa dia ke sana, terus siapa yang memberangkatkan, terus permasalahan dia di sana apa sebetulnya,” jelasnya.

Rudi menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah pusat diperlukan karena penanganan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri melibatkan perwakilan diplomatik dan instansi terkait.

Saat ini, Pemko Batam masih menunggu hasil penelusuran mengenai identitas kelima pria tersebut serta alasan mereka berada di Kamboja.

Rudi menegaskan pemerintah tidak dapat langsung mengambil langkah pemulangan hanya berdasarkan video yang beredar tanpa terlebih dahulu memastikan identitas dan kondisi sebenarnya. (mun)

Redaktur: Munawir Sani