Screenshot

Kapal Motor (KM) Batam Indah 9 dilaporkan tenggelam di kawasan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura pada Selasa pagi, 23 Juni 2026. (Foto: TikTok)

BATAM (marwahkepri.com) – Kapal Motor (KM) Batam Indah 9 dilaporkan tenggelam di kawasan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura pada Selasa pagi, 23 Juni 2026. Seluruh awak kapal yang berjumlah delapan orang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Takwim M. Masuku, menjelaskan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Sekupang menuju Singapura sekitar pukul 06.25 WIB. Namun sekitar 10 menit setelah berlayar, kapal mengalami kecelakaan dan tenggelam di jalur pelayaran internasional tersebut.

Seluruh awak kapal yang berada di atas kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh kapal niaga yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Para korban kemudian dipindahkan ke kapal lain sebelum diserahkan kepada unsur TNI AL untuk dibawa ke Batam guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

Menindaklanjuti kejadian itu, KSOP Khusus Batam mengerahkan Kapal Negara KN P-376 ke lokasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI AL, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, dan nelayan setempat untuk memastikan seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dengan aman.

Baca Juga:  Pemkab Natuna Salurkan 55 Ribu Bibit Ikan kepada Pembudidaya

Selain melakukan evakuasi, KSOP juga memantau lokasi tenggelamnya kapal guna mengantisipasi potensi gangguan keselamatan pelayaran maupun kemungkinan pencemaran lingkungan. Koordinasi dengan Vessel Traffic Services (VTS) Batam terus dilakukan, termasuk penyampaian peringatan navigasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area kejadian.

Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya KM Batam Indah 9 masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena seluruh awak kapal berhasil diselamatkan. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani