petugas-mengecek-lokasi-warga-meninggal-karena-minum-cairan-potas-di-wilayah-kecamatan-jembrana-bali-selasa-962026-foto-polres-1781087845333_169

Rumah korban di Kecamatan Jembrana, Bali, tempat peristiwa tragis itu terjadi. (f: polresjembrana)

JEMBRANA(marwahkepri.com)  – Pertengkaran hebat dalam rumah tangga berujung tragedi di Kecamatan Jembrana, Bali. Seorang pria berinisial EN diduga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun potas di hadapan istri dan anaknya sendiri, Selasa malam (9/6/2026).

Kapolsek Jembrana Iptu Ngurah Widiatmika membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban nekat meminum cairan beracun yang diduga dipicu persoalan rumah tangga yang berkepanjangan.

“Ya, benar kejadian tersebut terjadi. Korban diduga nekat mengonsumsi racun potas karena masalah rumah tangga,” ujar Widiatmika saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 Wita ketika EN terlibat cekcok hebat dengan istrinya, IWS, di rumah mereka. Setelah pertengkaran itu, korban keluar rumah dalam keadaan emosi tanpa memberi tahu keluarganya.

Baca juga : Enam Nelayan Asal Bintan Ditahan di Malaysia, KJRI Johor Bahru Berikan Pendampingan Hukum

Sekitar 15 menit kemudian, EN mendatangi rumah orang tuanya dan bertemu salah satu kerabat. Kepada kerabatnya, korban mengaku hendak mengambil tembaga untuk campuran emas. Namun, saksi tidak mengetahui bahwa cairan yang diambil korban ternyata merupakan racun potas.

Usai mengambil cairan tersebut, EN kembali ke rumah dengan membawa gelas plastik. Setibanya di rumah, korban langsung menenggak cairan beracun itu di depan istri dan anak-anaknya.

“Kejadiannya sangat cepat sehingga keluarga tidak sempat mencegah,” kata Widiatmika.

Tak lama setelah meminum racun, EN jatuh pingsan. Anak korban berinisial EC kemudian berlari meminta pertolongan kepada tetangga. Warga bersama keluarga segera membawa korban ke RSU Bunda Jembrana sekitar pukul 20.30 Wita.

Namun nyawa korban tidak tertolong. Berdasarkan pemeriksaan medis, EN dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 21.05 Wita.

Baca juga : Terjaring OTT, Bupati Muara Enim Edison Resmi Jadi Tersangka KPK

Polisi menduga korban mengalami depresi akibat masalah rumah tangga yang berlarut-larut. Dari informasi sementara, korban disebut sering terlibat pertengkaran dengan istrinya sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun orang di sekitarnya. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani

Catatan Penting

Berita ini menyajikan informasi secara hati-hati tanpa merinci metode bunuh diri secara eksplisit. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan darurat dan dukungan kesehatan jiwa setempat.