Penyebab jewawat punggung. (f: gettyimages)
JAKARTA(marwahkepri.com) – Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk punggung. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu penampilan, bahkan dapat menyebabkan nyeri pada sebagian orang.
Jerawat di punggung terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, kotoran, dan bakteri. Kondisi tersebut dapat memicu peradangan yang kemudian berkembang menjadi komedo, bintik merah, maupun jerawat berukuran besar.
Dokter spesialis kulit Kara Shah menjelaskan bahwa jerawat punggung umumnya muncul akibat penumpukan sel kulit mati dan minyak di dalam pori-pori yang disertai pertumbuhan berlebih bakteri Cutibacterium acnes. Kondisi ini kemudian memicu respons peradangan pada kulit.
Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat di punggung. Faktor genetik menjadi salah satu penyebab yang cukup sering ditemukan. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah jerawat berpotensi mengalami kondisi serupa.
Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memicu timbulnya jerawat sebagai efek samping. Beberapa jenis antidepresan dan obat hormonal diketahui dapat memengaruhi kondisi kulit.
Baca juga : Indonesia Bersiap Hadapi El Nino Kuat, Curah Hujan Berpotensi Menurun
Perubahan hormon turut berperan dalam pembentukan jerawat. Pada remaja, lonjakan hormon selama masa pubertas sering menjadi pemicu utama. Sementara pada wanita dewasa, perubahan hormon saat menstruasi maupun kehamilan juga dapat menyebabkan munculnya jerawat.
Keringat yang terperangkap di bawah pakaian menjadi faktor lain yang sering memicu jerawat punggung. Kondisi ini banyak dialami oleh mereka yang aktif berolahraga, terutama jika menggunakan pakaian ketat yang menimbulkan gesekan pada kulit.
Selain faktor fisik, stres juga dipercaya dapat memperburuk kondisi jerawat. Meski bukan penyebab langsung, stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memperburuk peradangan pada kulit.
Pola makan juga diduga berperan dalam meningkatkan risiko jerawat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih, nasi putih, pasta, dan kentang dapat memicu peningkatan kadar gula darah yang berpotensi memperburuk jerawat pada sebagian orang.
Untuk mengatasi jerawat punggung, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Salah satunya adalah segera mandi setelah berolahraga guna menghilangkan keringat, minyak, dan kotoran yang menempel pada kulit.
Eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati secara rutin juga dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih. Produk yang mengandung asam salisilat sering digunakan untuk membantu mengurangi penyumbatan pada kulit.
Baca juga : Sering Buka Banyak Tab Browser? Ini 7 Kepribadian yang Mungkin Anda Miliki
Pemilihan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat juga dianjurkan agar kulit dapat bernapas dengan baik serta mengurangi gesekan yang memicu iritasi.
Selain itu, penggunaan produk perawatan kulit berbahan minyak pohon teh atau tea tree oil dapat menjadi alternatif karena memiliki sifat antibakteri yang membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Bagi pemilik rambut panjang, menjaga rambut agar tidak terus-menerus menempel di punggung juga penting. Minyak dan kotoran dari rambut dapat berpindah ke kulit dan memperparah kondisi jerawat.
Saat menggunakan tabir surya, disarankan memilih produk yang ringan dan bebas minyak agar tidak menyumbat pori-pori. Pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Apabila berbagai perawatan mandiri tidak memberikan hasil yang memuaskan, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang disarankan. Dokter dapat memberikan terapi berupa obat oles maupun obat minum sesuai tingkat keparahan jerawat yang dialami.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, sebagian besar kasus jerawat punggung dapat dikendalikan sehingga kulit kembali sehat dan bersih. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
