Ilustrasi kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026. (f: ai)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan peluang terjadinya El Nino dengan kategori moderat mencapai 98 persen, sementara peluang kategori kuat mencapai 62 persen.
“Prediksi El Nino yang terjadi mulai pertengahan tahun 2026 dengan peluang intensitas El Nino pada kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen,” ujar Faisal dalam konferensi pers perkembangan musim kemarau 2026.
Baca juga : BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Petir Guyur Batam Sepanjang Rabu
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan aktif dalam waktu dekat dan berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027.
Menurut Ardhasena, El Nino merupakan fenomena iklim global yang dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Dampak yang paling umum terjadi di Indonesia adalah berkurangnya curah hujan sehingga kondisi cuaca menjadi lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Ia menjelaskan bahwa periode Juni hingga Januari menjadi waktu yang paling rentan terhadap dampak El Nino, meskipun secara klimatologis sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada akhir Oktober.
Baca juga : Prabowo Targetkan PLTS 100 GW, Butuh Investasi Rp1.811 Triliun
Selain Indonesia, sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan akibat El Nino antara lain Brasil, kawasan Asia Selatan, serta wilayah selatan Benua Afrika. Sebaliknya, beberapa wilayah lain di dunia justru dapat mengalami peningkatan curah hujan sebagai dampak dari perubahan pola atmosfer global.
BMKG menegaskan bahwa El Nino bukan hanya fenomena regional, melainkan fenomena global yang dapat memengaruhi sektor pertanian, sumber daya air, energi, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai negara.
Karena itu, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya curah hujan selama periode El Nino berlangsung.
BMKG juga akan terus memantau perkembangan kondisi iklim global dan memberikan pembaruan informasi secara berkala guna mendukung upaya mitigasi dampak yang mungkin timbul akibat fenomena El Nino 2026. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
