desta-perankan-dono-warkop-dki.jpg

Desta dengan penampilan saat menjadi Dono. Foto: dok Instagram desta80s

JAKARTA (marwahkepri.com) – Penampilan Desta Mahendra sebagai Dono dalam film Warkop DKI Viralin DOoOong..!! mendapat apresiasi langsung dari keluarga almarhum Dono.

Film produksi Falcon Pictures tersebut memperoleh dukungan dari keluarga Dono maupun keluarga almarhum Kasino. Dukungan itu disampaikan usai mereka menyaksikan film tersebut dalam acara nonton bersama yang digelar menjelang penayangan resmi.

Andika Aria Sena, putra pertama Dono, mengaku melihat banyak kesamaan antara Desta dan sosok ayahnya. Menurutnya, karakter jahil dan spontan yang ditampilkan Desta mengingatkannya pada kebiasaan Dono semasa hidup.

“Mas Desta kan orangnya suka nyeletuk, jahil gitu. Nah, itu juga yang sering dilakukan ayah saya waktu saya masih kecil,” ujar Andika.

Baca juga : Dari Budget Rp13 Miliar ke Rp1 Triliun, Obsession Bikin Hollywood Tercengang

Penilaian serupa juga disampaikan oleh Satrio Sarwo Trengginas, putra ketiga Dono. Ia menilai penampilan Desta berhasil mendekati karakter ayahnya yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

“Desta sangat mendekati karakter Dono di film,” katanya.

Menurut keluarga Dono, kemiripan yang ditunjukkan Desta tidak hanya terlihat dari penampilan fisik atau gaya bicara. Mereka merasakan bahwa energi, spontanitas, dan gaya humor khas Dono berhasil dihadirkan kembali dalam film tersebut.

Baca juga : Terkejut Jelang Menikah, Wanita Ini Baru Tahu Dia Adalah Laki-laki

Apresiasi dari keluarga menjadi kabar baik bagi para penggemar Warkop DKI yang sebelumnya mempertanyakan pemilihan pemeran baru untuk menghidupkan karakter legendaris tersebut. Kehadiran aktor generasi baru dinilai tetap mampu menjaga identitas dan semangat komedi yang telah melekat pada Warkop DKI selama puluhan tahun.

Film Warkop DKI Viralin DOoOong..!! dijadwalkan tayang pada 11 Juni 2026 dan menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali warisan komedi Warkop DKI kepada generasi muda.

Dukungan dari keluarga Dono dan Kasino juga memperkuat keyakinan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari pelestarian budaya populer Indonesia yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah perfilman nasional. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani