Elon Musk berdiri di depan logo Tesla dan SpaceX

Elon Musk berdiri di depan logo Tesla dan SpaceX. (f: ai)

WASHINGTON (marwahkepri.com) – SpaceX semakin serius memperluas bisnis komunikasi selulernya di Amerika Serikat. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut sepakat mengakuisisi lisensi spektrum radio senilai sekitar USD 8 miliar atau setara Rp 143 triliun.

Akuisisi ini menjadi langkah strategis SpaceX untuk memperkuat layanan Starlink Mobile agar mampu menyediakan konektivitas seluler lebih luas, termasuk di dalam gedung dan kawasan perkotaan.

CEO SpaceX Elon Musk menyebut lisensi spektrum tersebut sebagai bagian penting yang selama ini dibutuhkan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan seluler berbasis satelit.

“Ini adalah kepingan teka-teki spektrum penting terakhir yang dibutuhkan SpaceX untuk menyediakan jangkauan telepon yang menyeluruh di Amerika,” kata Musk, seperti dikutip CBS dan dilansir detikINET.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut, SpaceX akan membayar sekitar USD 8 miliar dalam bentuk tunai untuk mendapatkan aset spektrum radio tersebut.

Kabar akuisisi ini langsung memengaruhi pergerakan saham perusahaan telekomunikasi besar di Amerika Serikat. Saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile kompak mengalami penurunan pada perdagangan Jumat setelah berita kesepakatan mencuat. Sebaliknya, saham SpaceX tercatat menguat sekitar 2 persen.

Pihak SpaceX menyebut spektrum frekuensi yang diakuisisi akan membantu mengatasi salah satu kendala teknis utama dalam pengembangan Starlink Mobile.

Baca Juga:  Aktris Godzilla Kaylee Hottle Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil di Usia 18 Tahun

“Spektrum pita rendah utama ini mengatasi salah satu celah teknis utama yang tersisa, yang akan membuka jalan bagi Starlink Mobile untuk menjadi operator seluler besar di AS,” ungkap SpaceX.

SpaceX Incar Pasar Telekomunikasi Seluler

Lisensi yang menjadi bagian dari kesepakatan tersebut mencakup frekuensi pada pita 800 megahertz. Frekuensi ini selama ini banyak digunakan untuk layanan komunikasi nirkabel melalui menara pemancar seluler di darat.

Dengan menguasai spektrum tersebut, SpaceX berpeluang mengembangkan Starlink dari layanan internet satelit menjadi penyedia komunikasi seluler dengan cakupan lebih luas.

Perusahaan berencana menggabungkan koneksi langsung dari satelit ke ponsel dengan jaringan seluler terestrial. Integrasi tersebut diharapkan menghasilkan konektivitas yang lebih stabil, termasuk di lokasi yang selama ini sulit dijangkau sinyal satelit.

Strategi ini sekaligus membuka peluang bagi SpaceX untuk bersaing lebih langsung dengan operator telekomunikasi besar Amerika Serikat, seperti AT&T, Verizon, dan T-Mobile.

Meski demikian, kesepakatan akuisisi lisensi spektrum tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC).

Starlink Siapkan Ribuan Satelit untuk Koneksi Ponsel

Selain akuisisi spektrum, SpaceX juga terus mengembangkan infrastruktur satelit untuk mendukung layanan Starlink Mobile.

Baca Juga:  Dunia Memanas! Kapal Iran Dicegat Amerika Serikat, Dekat Wilayah RI

Perusahaan menyampaikan bahwa FCC telah menyetujui permohonan Starlink Mobile untuk meluncurkan 15.000 satelit yang dirancang memancarkan sinyal pada pita frekuensi 2 gigahertz. Satelit tersebut diproyeksikan dapat terhubung langsung dengan telepon seluler.

Dengan kombinasi jaringan satelit dan spektrum frekuensi tambahan, SpaceX berupaya membangun layanan komunikasi yang dapat menjangkau lebih banyak pengguna tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan operator konvensional.

Namun, rencana tersebut masih menghadapi tantangan teknis, terutama untuk memastikan kualitas sinyal di kawasan perkotaan dan di dalam bangunan.

Tim Farrar dari TMF Associates menilai langkah SpaceX akan semakin meningkatkan persaingan di industri telekomunikasi Amerika Serikat.

“Hal ini makin memanaskan persaingan antara SpaceX dan operator seluler. Namun jumlah spektrumnya masih sangat terbatas, dan untuk mendapatkan penetrasi sinyal yang andal hingga ke dalam bangunan di wilayah perkotaan, SpaceX harus membangun menara di darat,” ujarnya.

Akuisisi spektrum senilai USD 8 miliar tersebut menjadi salah satu langkah besar SpaceX dalam memperluas bisnisnya. Jika terealisasi, Starlink berpeluang tidak hanya dikenal sebagai penyedia internet satelit, tetapi juga sebagai pemain baru dalam industri telekomunikasi seluler Amerika Serikat. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani