Senator AS Lindsey Graham saat berkunjung ke Kyiv, Ukraina, sehari sebelum meninggal dunia (REUTERS/Valentyn Ogirenko/File Photo Purchase Licensing Rights)
Kantor resmi Graham, sebagaimana dikutip dari BBC dan Al Jazeera, menjelaskan bahwa senator yang mewakili South Carolina itu meninggal akibat sakit mendadak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian salah satu sekutu politiknya tersebut.
“Lindsey adalah patriot Amerika sejati dan akan sangat dirindukan,” ujar Trump.
Trump mengungkapkan dirinya bahkan sempat berbicara dengan Graham beberapa jam sebelum wafat. Menurutnya, saat itu Graham terdengar dalam kondisi baik meski sedikit kelelahan.
Penyebab Kematian
Juru bicara kantor Graham mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan penyebab kematian adalah pecahnya aorta, yakni arteri utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Graham diketahui baru kembali dari Kyiv, Ukraina, sehari sebelum meninggal. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan kembali menyuarakan dukungannya terhadap bantuan militer Amerika Serikat untuk Ukraina serta sanksi yang lebih keras terhadap Rusia.
Selama berkarier di Senat sejak 2002, Graham dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kebijakan luar negeri AS. Ia juga merupakan pendukung kuat Israel dan kerap mendorong intervensi militer Amerika di berbagai kawasan, termasuk Irak dan Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyampaikan belasungkawa dan menyebut Graham sebagai salah satu sahabat terbesar Israel.
Teori Konspirasi Bermunculan
Kematian mendadak Graham memunculkan berbagai teori konspirasi di media sosial, terutama di kalangan pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA).
Sejumlah aktivis dan influencer MAGA mempertanyakan wafatnya Graham yang terjadi sehari setelah kunjungannya ke Ukraina.
Aktivis sayap kanan Laura Loomer melalui media sosial X meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kematian Graham.
Sementara podcaster MAGA Clint Russell bahkan berspekulasi bahwa Rusia mungkin berada di balik kematian senator tersebut karena sebelumnya Graham menyerukan peningkatan dukungan militer kepada Ukraina.
Di sisi lain, mantan produser Fox News Kyle Jane Kremer menyinggung ancaman yang pernah dilontarkan Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap Graham beberapa hari sebelumnya dan meminta penyelidikan dilakukan.
Namun hingga kini, otoritas Amerika Serikat menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya unsur tindak pidana maupun pembunuhan dalam kematian Lindsey Graham.
Selain itu, laporan juga menyebut Graham memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarganya, yang dinilai dapat menjadi salah satu faktor risiko medis. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
