prancis-1783877301118_169

Tim sepak bola piala dunia 2026 Prancis. (f: dtc)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menuai kecaman setelah melontarkan pernyataan kontroversial yang dinilai bernada rasis terhadap Tim Nasional Prancis menjelang semifinal Piala Dunia 2026

Dalam tulisannya di media lokal El Debate, Rajoy menyebut Timnas Prancis merupakan tim yang kuat meski, menurutnya, tidak diperkuat oleh pemain “Prancis asli”.

“Prancis dua kali menjadi juara Piala Dunia, mereka tim peringkat satu FIFA dan lawan yang tangguh bagi Spanyol, meski tidak memiliki pemain Prancis asli,” tulis Rajoy.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan di Spanyol maupun Prancis.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam komentar Rajoy dan menegaskan bahwa identitas sebuah bangsa tidak ditentukan oleh nama keluarga, warna kulit, ataupun tempat kelahiran.

“Ada yang masih mengukur berdasarkan nama keluarga, tempat lahir, atau warna kulit. Yang lain mengukurnya berdasarkan kemauan untuk berkontribusi,” tulis Sanchez melalui akun X.

Ia menambahkan bahwa Spanyol adalah milik seluruh warga yang mencintai negaranya dan bekerja untuk kemajuan bangsa, bukan mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan bernuansa xenofobia.

Baca Juga:  Kapolres Natuna Perkuat Sinergi Penegakan Hukum melalui Silaturahmi ke Kejari Natuna

Dinilai Bernuansa Xenofobia

Komentar Rajoy juga menuai kecaman dari sejumlah pejabat Prancis.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut pernyataan tersebut sama sekali tidak dapat diterima.

Sementara itu, Ketua Partai Sosialis Prancis Olivier Faure menegaskan bahwa Prancis tidak membedakan warganya berdasarkan warna kulit maupun agama.

“Prancis tidak mengenal warna kulit atau agama,” tulis Faure.

Pemimpin French Communist Party, Fabien Roussel, bahkan membandingkan pernyataan Rajoy dengan komentar Senator Paraguay Celeste Amarilla yang sebelumnya menyebut Kylian Mbappe sebagai orang Kamerun sehingga dianggap tidak pantas membela Timnas Prancis.

“Orang-orang seperti itu tidak bisa menahan diri untuk tidak melontarkan rasisme yang menjijikkan,” kata Roussel.

Jelang Semifinal Piala Dunia

Kontroversi ini mencuat menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol.

Timnas Prancis dikenal memiliki skuad multietnis dengan banyak pemain berdarah Afrika, Karibia, maupun wilayah lain yang lahir atau memiliki kewarganegaraan Prancis.

Model keberagaman tersebut selama ini menjadi bagian dari identitas sepak bola Prancis dan telah mengantarkan Les Bleus meraih berbagai prestasi di level internasional. MK-dtc

Baca Juga:  Fantastis! Uang Korupsi Rp359 Miliar Ditemukan dalam 11 Galon Air

Redaktur : Munawir Sani