Ilustrasi sewa iphone. (f: cnbc)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Apple resmi meluncurkan program baru yang memungkinkan pelanggan menyewa perangkat iPhone dengan biaya mulai US$17,99 atau sekitar Rp325 ribu per bulan. Program bernama Apple Upgrade ini diharapkan menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menggunakan perangkat terbaru tanpa harus membeli secara penuh.
Program tersebut saat ini tersedia untuk pelanggan di Amerika Serikat melalui kerja sama Apple dengan perusahaan layanan buy now, pay later (BNPL), Klarna. Pelanggan dapat mengajukan penyewaan melalui Apple Store maupun toko online resmi Apple.
Melalui program ini, pelanggan yang lolos pemeriksaan kredit ringan dapat memilih masa sewa selama satu atau dua tahun untuk iPhone. Sementara itu, Apple Watch juga tersedia dalam skema serupa, sedangkan Mac dan iPad dapat disewa dengan kontrak dua hingga tiga tahun.
Bisa Ganti iPhone Baru Setelah Masa Sewa
Berbeda dengan program cicilan biasa, perangkat yang disewa harus dikembalikan setelah masa kontrak berakhir.
Setelah periode 24 bulan selesai, pelanggan memiliki beberapa pilihan, yakni membeli perangkat tersebut dengan membayar nilai sisa, mengembalikannya kepada Apple, atau menggantinya dengan model iPhone terbaru.
Apple juga menegaskan bahwa program ini tidak memerlukan uang muka atau uang jaminan.
Di sisi lain, Klarna menyebut tidak akan mengenakan denda keterlambatan pembayaran. Namun, kontrak sewa akan dihentikan apabila pelanggan menunggak cicilan selama tiga bulan berturut-turut.
Biaya Sewa Berbeda untuk Tiap Model
Besaran biaya bulanan disesuaikan dengan jenis perangkat yang dipilih.
Sebagai contoh, iPhone 17 Pro versi unlocked dikenakan biaya US$31,99 per bulan untuk kontrak dua tahun, atau US$45,99 per bulan jika memilih kontrak satu tahun.
Namun, Apple tidak memasukkan seluruh produknya ke dalam program ini. Beberapa perangkat, seperti iPhone 16 dan MacBook Neo, tidak termasuk dalam skema Apple Upgrade.
Strategi Apple Hadapi Kenaikan Harga
Peluncuran Apple Upgrade dilakukan hanya beberapa minggu setelah Apple menaikkan harga sejumlah produk, termasuk iPad dan Mac, yang mengalami kenaikan mulai dari US$100, bahkan lebih dari US$1.000 untuk model tertentu.
Sejumlah analis memperkirakan Apple juga akan menaikkan harga iPhone generasi berikutnya.
Dengan menawarkan biaya bulanan yang lebih rendah, Apple dinilai berupaya mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap harga awal perangkat yang semakin mahal.
Senior Research Director IDC, Nabila Popal, menilai sebagian besar konsumen Apple, terutama di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, memang sudah terbiasa membeli perangkat melalui program cicilan maupun tukar tambah.
Karena itu, persaingan dalam menawarkan skema pembiayaan diperkirakan akan semakin agresif.
Dorong Pengguna Lebih Cepat Ganti iPhone
Apple juga diyakini ingin mempercepat siklus penggantian perangkat.
Menurut laporan Bernstein, rata-rata pengguna kini baru mengganti iPhone setelah hampir empat tahun penggunaan.
Sementara itu, Morgan Stanley memperkirakan Apple kemungkinan perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro sekitar US$200 untuk menjaga margin keuntungan perusahaan.
Di sisi lain, TechInsights menyebut kenaikan harga memori dan komponen dapat meningkatkan biaya produksi iPhone hingga US$300 per unit.
Sejumlah analis bahkan memperkirakan Apple akan memperkenalkan iPhone lipat bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro pada September mendatang, dengan harga yang diperkirakan mencapai US$2.500.
Dengan hadirnya Apple Upgrade, Apple akan bersaing lebih ketat dengan operator seluler seperti AT&T, Verizon, dan T-Mobile yang selama ini menawarkan program cicilan dan tukar tambah perangkat untuk menarik pelanggan. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
