Tim golf Indonesia menempati posisi ketiga WAGC World Final 2026 di Johor, Malaysia, dengan total 1.451 pukulan. (f: doc)
JOHOR (marwahkepri.com) – Tim golf Indonesia berhasil meraih posisi ketiga dalam ajang World Amateur Golfers Championship (WAGC) World Final 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Indonesia mengumpulkan total 1.451 pukulan, berada di bawah Thailand dan tuan rumah Malaysia yang keluar sebagai juara.
Malaysia memastikan gelar juara dunia beregu dengan catatan 1.405 pukulan. Thailand menempati posisi kedua dengan 1.416 pukulan, sedangkan Indonesia harus puas di peringkat ketiga dengan 1.451 pukulan.
Kejuaraan dunia golf amatir edisi ke-31 tersebut berlangsung pada 23–30 Oktober 2026 di kawasan Desaru Coast, Johor. Kompetisi ini diikuti lebih dari 600 peserta yang mewakili 48 negara.
Keberhasilan Malaysia menjadi juara terasa istimewa karena mereka kembali merebut gelar yang sebelumnya dipegang China. Kemenangan di hadapan publik sendiri sekaligus mengakhiri rangkaian pertandingan internasional yang berlangsung selama sepekan.
Malaysia Dominasi Sejumlah Kategori Individu
Selain menjadi juara beregu, Malaysia juga mencatatkan sejumlah prestasi dalam kategori individu. Beberapa pegolf tuan rumah berhasil meraih gelar juara di divisi masing-masing.
Azhari Yusof memenangkan WAGC Division C, Ahmad Hakim menjadi juara WAGC Division D, sedangkan Roslan Ismail meraih gelar WAGI Division C. Jeniss Chan juga keluar sebagai pemenang WAGI Division F.
Sementara itu, Akmal Aiman Mohd Fauzi menjadi juara kategori All Streams Men’s Gross.
Prestasi lainnya datang dari pasangan ayah dan anak, Fazel Naghshineh dan Tara Naghshineh. Keduanya mewakili tim Malaysia DNAGS dan memenangkan kategori Mixed Pairs Team dengan skor nett 733.
Di kategori WAGI Pair Team, Austria Team Friends menempati posisi pertama dengan skor nett 698. Posisi berikutnya ditempati LeadsAgri PH dari Filipina dengan 705 nett, disusul Summit Pt PH dengan 706 nett.
Mantan kiper Liverpool, Jerzy Dudek, turut mencuri perhatian setelah mencatatkan satu-satunya albatros sepanjang turnamen. Pencapaian langka tersebut membuatnya mendapatkan penghargaan khusus.
Spanyol Raih Penghargaan Semangat Sportivitas
Malam penganugerahan WAGC World Final 2026 digelar melalui Gala Dinner & Awards Presentation di Desaru Coast Conference Centre pada 30 Oktober.
Dalam acara tersebut, Spanyol menerima TUMBA Spirit Award yang diserahkan Wakil Presiden WAGC, Johan Tumba. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat, kebersamaan, dan partisipasi aktif tim Spanyol selama kejuaraan.
Ajang ini tidak hanya menjadi arena perebutan gelar, tetapi juga wadah mempererat persahabatan dan menjunjung nilai sportivitas di antara para pegolf dari berbagai negara.
Direktur Divisi Pengembangan Paket Tourism Malaysia, Zuraini Abdul Ghani, dalam sambutannya menyebut WAGC sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi wisata golf Malaysia kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, Malaysia memiliki lebih dari 200 lapangan golf yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut didukung keindahan alam dan keramahtamahan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.
Penyelenggaraan WAGC 2026 juga dinilai sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026–2027. Wisata golf diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan asing, mendorong masa tinggal lebih lama, sekaligus memperkenalkan destinasi wisata lainnya di negara tersebut.
Vietnam Jadi Tuan Rumah WAGC 2027
Pada malam penghargaan yang sama, Vietnam resmi diumumkan sebagai tuan rumah WAGC World Final edisi ke-32 pada 2027.
Presiden WAGC, Isac Saminathan, menyampaikan apresiasi kepada Tourism Malaysia dan Tourism Johor atas dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tahun ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Johor Golf Tourism Association (JGTA), Delta World, para mitra, serta seluruh peserta dan delegasi.
Pengumuman tuan rumah berikutnya ditandai dengan penyerahan bendera WAGC kepada perwakilan Vietnam. Prosesi tersebut menjadi simbol peralihan tanggung jawab penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut.
Delegasi Vietnam juga menerima karya batik lukis tangan yang dibuat secara bersama oleh para peserta di Festival Village. Karya tersebut melambangkan pertukaran budaya dan persahabatan antarnegara.
WAGC 2026 Digelar di Lima Lapangan Golf
WAGC World Final 2026 berlangsung di lima lapangan golf yang berada di tiga destinasi utama, yakni The Els Club Desaru Coast dengan lapangan Ocean dan Valley, Forest City Golf Resort dengan lapangan Classic dan Legacy, serta Tanjong Puteri Golf Resort.
Kejuaraan ini diselenggarakan bersama oleh Johor Golf Tourism Association dan Delta World, dengan dukungan Tourism Malaysia serta Tourism Johor. Hard Rock Hotel Desaru Coast menjadi mitra hotel resmi.
Penyelenggaraan kejuaraan tersebut turut menjadi kesempatan bagi Johor untuk memperkenalkan fasilitas golf, layanan perhotelan, dan potensi pariwisatanya kepada peserta internasional.
Bagi Indonesia, finis di posisi ketiga menjadi hasil yang patut dicatat dalam persaingan golf amatir dunia. Sementara bagi Malaysia, keberhasilan merebut gelar juara di kandang sendiri menjadi penutup manis penyelenggaraan WAGC World Final 2026 sebelum estafet tuan rumah beralih ke Vietnam pada tahun depan. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
