LINGGA – Di tengah tantangan pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah kepulauan, Kabupaten Lingga justru menghadirkan kabar membanggakan di tingkat nasional. Melalui semangat gotong royong dan pelayanan berbasis masyarakat, Lingga berhasil menjadi kontributor terbesar bagi Kepulauan Riau dalam ajang Semarak Hari Posyandu Nasional Tahun 2026.
Prestasi itu bukan sekadar angka. Dari total 270 Posyandu aktif yang mengantarkan Provinsi Kepulauan Riau masuk jajaran lima besar nasional, sebanyak 170 Posyandu aktif berasal dari Kabupaten Lingga. Sebuah capaian yang menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat di daerah kepulauan mampu tumbuh maju, aktif, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut menjadi refleksi nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lingga dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat hingga ke desa-desa terpencil. Di balik capaian itu, terdapat kerja kolektif kader Posyandu, pemerintah desa, operator publikasi, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat yang bergerak bersama menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Posyandu di Lingga kini tidak lagi dipandang sekadar tempat pelayanan ibu dan anak. Lebih dari itu, Posyandu telah berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang aktif dan inovatif. Pelayanan berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dijalankan secara konsisten menjadi bukti bahwa pelayanan publik di tingkat desa mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, menyebut prestasi tersebut lahir dari kekuatan kolaborasi yang terus dibangun hingga ke akar rumput.
“Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Mulai dari kader Posyandu, operator desa, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat yang begitu antusias mendukung kegiatan Posyandu. Kabupaten Lingga membuktikan bahwa semangat pelayanan masyarakat di desa tetap kuat dan terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Lingga di tingkat nasional sekaligus menjadi bukti bahwa desa memiliki kekuatan besar dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat apabila dibangun dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh Muhammad Nizar dalam memperkuat berbagai program pelayanan masyarakat di daerah. Pemerintah Kabupaten Lingga terus mendorong penguatan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Nizar, pembangunan sektor kesehatan berbasis desa menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Pendekatan pelayanan yang dekat dengan masyarakat dinilai menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.
Prestasi nasional yang diraih Kabupaten Lingga menjadi pesan kuat bahwa daerah kepulauan memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pembangunan pelayanan masyarakat berbasis partisipasi warga. Dengan semangat kebersamaan yang terus tumbuh, Lingga kini tidak hanya membangun pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun optimisme baru dari desa untuk Indonesia. (mk/willy)
