Petugas gabungan padamkan kebakaran lahan di Tanjung Sagu Natuna

Personel gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran lahan di kawasan Tanjung Sagu, Desa Cemana, Kecamatan Bunguran Selatan, Natuna. (Foto; nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Tanjung Sagu, Desa Cemana, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna. Di tengah kondisi cuaca yang berpotensi mempercepat penyebaran api, personel Polres Natuna bersama Polsek Bunguran Timur, TNI, Damkar Kabupaten Natuna dan Satgas Karhutla berjibaku melakukan pemadaman.

Petugas bergerak cepat melakukan pengendalian agar api tidak merambat melalui semak, rumput kering dan vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kobaran api berpotensi meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman masyarakat.

Sebagai langkah mitigasi, personel Polres Natuna bersama jajaran Polsek Bunguran Timur melakukan pemadaman secara terpadu dengan fokus memutus jalur rambatan api dan mencegah kebakaran meluas.

Dalam penanganan tersebut, Polres Natuna mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air berkapasitas 8 ton. Mobil tangki difungsikan sebagai suplai air tambahan agar proses pemadaman dapat terus berlangsung, terutama ketika petugas menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran, khususnya ketika titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Baca Juga:  Karhutla di Kampung Bugis, Lahan Terbakar Capai 1 Hektar

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan setelah api muncul. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, patroli, imbauan dan pengawasan secara berkelanjutan.

Masyarakat kembali diingatkan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya dianggap kecil dapat dengan cepat menyebar apabila kondisi lahan kering dan sulit dikendalikan.

Dalam upaya pencegahan, Bhabinkamtibmas terus dilibatkan untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga lingkungan.

Patroli juga ditingkatkan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.

Langkah mitigasi yang dilakukan Polres Natuna bersama Satgas Karhutla meliputi deteksi dini dan pemantauan wilayah rawan, patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, penanganan cepat titik api, dukungan sarana pemadaman hingga koordinasi lintas instansi.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau sisa panas yang dapat kembali memicu kebakaran.

Baca Juga:  Hari Pertama Kerja Sehabis Lebaran, Amsakar Achmad Tinjau Sejumlah Proyek Pembangunan

Polres Natuna mengajak seluruh masyarakat turut berperan dalam mencegah karhutla. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Dengan kesiapsiagaan petugas, dukungan sarana pemadaman, patroli berkelanjutan dan kesadaran masyarakat, setiap potensi kebakaran diharapkan dapat ditangani sejak dini.

Menjaga hutan, lahan dan lingkungan dari ancaman kebakaran berarti turut menjaga ruang hidup masyarakat Natuna untuk saat ini dan generasi mendatang. (nang)

Redaktur: Munawir Sani