Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian Bachtiar, nelayan asal Genting Pulur, yang memasuki hari keempat belum ditemukan. (f: nang)
ANAMBAS (marwahkepri.com) – Operasi pencarian terhadap Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang belum kembali setelah melaut, memasuki hari keempat. Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di perairan sekitar Jemaja dengan area pencarian mencapai 950 mil laut persegi.
Pencarian dilakukan menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna yang bertolak dari Unit Siaga SAR Jemaja. Tim menyisir permukaan laut untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban maupun pompong yang digunakannya saat melaut.
Namun, hingga hari keempat operasi, keberadaan Bachtiar belum diketahui. Petugas juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan pompong berwarna hijau-abu-abu yang menjadi ciri kapal milik korban.
Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap. Kondisi tersebut membuat upaya pemantauan secara visual di area perairan menjadi lebih menantang.
Meski demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan penyisiran dan berkoordinasi dengan nelayan yang dijumpai selama operasi berlangsung. Para nelayan diminta ikut mengamati kondisi perairan dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pencarian Diperluas hingga Wilayah Perbatasan Malaysia
Memasuki hari keempat, upaya pencarian tidak hanya difokuskan pada penyisiran di sekitar perairan Jemaja. Tim SAR juga berencana memperluas koordinasi dan penyebaran informasi kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang serta Tim SAR Malaysia.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban bersama pompongnya terbawa arus hingga menjangkau wilayah perairan perbatasan.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., mengatakan luasnya wilayah perairan menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas jangkauan informasi pencarian.
“Pada upaya pencarian hari ini, kami akan melakukan koordinasi dan penyebaran informasi yang lebih luas kepada Kantor SAR Tanjungpinang dan Tim SAR negara sahabat Malaysia. Harapannya, di tengah laut yang sangat luas ini, pencarian dengan skala pemantauan dapat dilakukan secara saksama, dikarenakan potensi kapal hanyut hingga ke perbatasan wilayah dapat terjadi,” ujar Abdul Rahman.
Menurutnya, koordinasi lintas wilayah diharapkan dapat memperbesar peluang ditemukannya korban, terutama apabila pompong yang digunakan Bachtiar terbawa arus menjauhi lokasi awal pencarian.
Abdul Rahman juga meminta nelayan dan kapal-kapal yang melintas di perairan Jemaja hingga kawasan perbatasan agar meningkatkan kewaspadaan dan membantu memantau keberadaan pompong tersebut.
“Tim di lapangan tetap berupaya maksimal. Kami mengimbau kepada seluruh nelayan dan kapal-kapal yang melintas di Perairan Jemaja hingga perbatasan untuk turut memantau dan segera melaporkan apabila melihat pompong berwarna hijau-abu-abu sesuai dengan ciri-ciri korban kepada Tim SAR Gabungan,” tambahnya.
Sejumlah Unsur Gabungan Terlibat dalam Pencarian
Operasi pencarian Bachtiar melibatkan sejumlah unsur SAR dan instansi terkait di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Unsur yang terlibat antara lain Pos SAR Anambas, Posal Jemaja, Polsek Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, TRC Jemaja Timur, Pemerintah Desa Genting Pulur, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja.
Seluruh unsur tersebut masih berupaya menemukan keberadaan korban melalui penyisiran dan pemantauan di wilayah pencarian yang telah ditentukan.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih berlangsung. Tim gabungan terus berupaya memperluas jangkauan pencarian dengan dukungan koordinasi antarlembaga serta informasi dari nelayan dan kapal yang melintas di kawasan perairan tersebut. MK-nang
Redaktur : Munawir Sani
