Foto: via REUTERS/KYODO
Pemerintah Jepang menyatakan sekitar 300 ribu warga terpaksa mengungsi akibat dampak gempa yang juga melumpuhkan transportasi dan merusak berbagai infrastruktur penting.
Menteri Keamanan Ekonomi Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan terhadap dampak keseluruhan bencana.
“Kami telah menerima informasi adanya korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan, jembatan, dan bangunan yang runtuh,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (29/7/2026).
Tim penyelamat terus melakukan evakuasi di sejumlah titik terdampak, termasuk di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang menjadi lokasi ledakan besar usai gempa.
Dua perempuan berusia 20-an tahun dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Lima orang lainnya mengalami luka-luka, sementara satu korban sempat mengalami henti jantung dan napas sebelum dievakuasi. Di lokasi lain yang berada dekat pusat gempa, satu orang juga dilaporkan tewas setelah tertimpa bangunan yang roboh.
Rekaman dari lokasi memperlihatkan sebagian bangunan Aeon Mall yang menampung sekitar 200 toko hancur, dengan rangka baja terbuka dan puing-puing berserakan di area parkir.
Pihak Aeon menyatakan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi setelah gempa pertama terjadi. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kebocoran gas.
“Dampaknya sangat besar. Kepulan asap tebal membubung tinggi dan suasana di sekitar lokasi seperti dihujani abu vulkanik,” ujar saksi mata Kazuya Tsurunaga yang berada sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Selain korban di pusat perbelanjaan, beberapa orang dilaporkan masih hilang setelah cerobong asap roboh di fasilitas Nippon Paper Industries. Dua rumah sakit di Kumamoto merawat lebih dari 50 korban, sebagian di antaranya mengalami luka serius. Sejumlah penumpang kereta cepat juga mengalami cedera ketika gempa terjadi.
Gempa turut mengakibatkan sekitar 48 ribu rumah kehilangan aliran listrik. Jalan raya mengalami retakan besar, layanan kereta termasuk Shinkansen dihentikan sementara, sedangkan Bandara Kumamoto menutup landasan pacu sehingga sejumlah penerbangan dibatalkan maupun dialihkan.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ditemukan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.
Sektor industri juga terkena dampak. TSMC, Sony, dan Fujifilm sempat mengevakuasi para pekerjanya. TSMC memastikan fasilitas produksinya tidak mengalami kerusakan dan mulai beroperasi kembali secara bertahap. Sementara Tokyo Electron menghentikan sementara operasional dua pabriknya, sedangkan Honda menangguhkan aktivitas di pabrik sepeda motor Kumamoto.
Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi terjadi selama sekitar satu pekan ke depan. Selain risiko gempa lanjutan dan tanah longsor, warga juga diminta mewaspadai suhu panas yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
