CEO Nvidia Jensen Huang. Foto: Global Times
“Saya telah ditanya beberapa kali, apakah kita masih mempertimbangkan untuk berada di Israel? Kami 100% di Israel. Kami 100% mendukung keluarga-keluarga di sana. Kami 100% di Timur Tengah,” kata Jensen.
Ia menyampaikan, perusahaan memiliki sekitar 6.000 karyawan beserta keluarga yang terdampak situasi tersebut, termasuk sejumlah pekerja yang memiliki keluarga di Iran.
“Pertama-tama, kami ada 6.000 keluarga di Timur Tengah. Kami juga punya banyak orang Iran di Nvidia dan keluarga mereka masih berada di Iran. Jadi, kami memiliki banyak keluarga di sana,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kecemasan bagi karyawan, sehingga perusahaan terus memantau dan memberikan dukungan penuh.
“Hal pertama adalah mereka cukup cemas. Mereka cukup khawatir, cukup takut. Kami memikirkan mereka sepanjang waktu. Kami terus memantau dan mengawasi mereka. Mereka mendapat 100% dukungan kami,” tuturnya.
Jensen juga menilai kawasan Timur Tengah tetap memiliki prospek jangka panjang, termasuk dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
“Saya juga ditanya, mengingat apa yang terjadi di Timur Tengah, apakah itu area di mana kita yakin dapat memperluas kecerdasan buatan ke sana? Saya percaya bahwa ada alasan mengapa kita berperang dan saya percaya pada akhir perang, Timur Tengah akan lebih stabil dari sebelumnya,” sebutnya.
Sebelumnya, dalam ajang Consumer Electronics Show, Jensen memuji kontribusi tim Nvidia di Israel.
“Tim kami di Israel sangat luar biasa. Pengorbanan yang mereka lakukan untuk satu sama lain, untuk negara mereka, sungguh luar biasa,” cetusnya.
Kehadiran Nvidia di Israel semakin kuat sejak akuisisi Mellanox Technologies pada 2019. Saat ini, Israel menjadi salah satu pusat utama pengembangan teknologi perusahaan, termasuk chip dan sistem jaringan.
Selain itu, Nvidia juga merencanakan pembangunan kampus baru di Kiryat Tivon yang diproyeksikan dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.
“Israel adalah rumah bagi beberapa pakar teknologi paling cemerlang di dunia dan telah menjadi rumah kedua bagi Nvidia,” ujarnya. MK-hum
Redaktur : Munawir Sani
