Ilustrasi persaingan sistem operasi smartphone Android, iOS, dan HarmonyOS yang semakin ketat pada kuartal II 2026. (f: ai)
JAKARTA(marwahkepri.com) – Android semakin memperkuat dominasinya sebagai sistem operasi smartphone paling banyak digunakan secara global pada kuartal II 2026. Di saat yang sama, pangsa pasar iOS milik Apple mengalami tekanan di sejumlah pasar utama.
Berdasarkan data Counterpoint Research, pangsa pasar Android secara global meningkat sekitar dua poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya. Sebaliknya, iOS mengalami penurunan dua poin persentase.
Sementara itu, HarmonyOS yang dikembangkan Huawei masih mempertahankan pangsa pasar global sekitar 5 persen.
Kinerja tersebut terjadi ketika pasar smartphone global justru sedang mengalami tekanan. Pengiriman smartphone secara keseluruhan turun sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan paling terasa pada perangkat entry-level dan kelas menengah, terutama di negara-negara berkembang. Kenaikan harga sejumlah komponen menjadi salah satu faktor yang menekan pasar.
Meski jumlah smartphone yang dikirimkan secara global menurun, pangsa pasar sebuah sistem operasi tetap dapat meningkat apabila penurunan pesaingnya lebih besar.
Android memiliki keunggulan karena digunakan oleh banyak produsen dengan produk yang mencakup berbagai kelas harga. Kondisi tersebut membuat Android relatif lebih mampu menghadapi pelemahan di segmen tertentu dibandingkan iOS yang secara eksklusif digunakan pada perangkat Apple.
Penjualan Samsung Galaxy S26 series yang disebut lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya juga ikut menopang performa Android.
Selain perangkat baru, permintaan terhadap sejumlah model smartphone lama masih membantu menjaga pasar di tengah perlambatan penjualan secara keseluruhan.
iOS Mulai Tertekan di Amerika Serikat
Amerika Serikat menjadi salah satu pasar yang menunjukkan perubahan cukup signifikan.
Pada Q2 2026, iOS menguasai sekitar 51 persen pangsa pasar smartphone di Negeri Paman Sam. Android berada sangat dekat dengan 49 persen.
Selisih tersebut jauh lebih kecil dibandingkan posisi iOS pada kuartal IV 2025. Saat itu, pangsa pasar iOS di AS sempat mencapai 69 persen.
Dengan demikian, keunggulan Apple di pasar domestiknya kini tinggal sekitar dua poin persentase.
Meski mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya, pangsa pasar iOS secara global pada Q2 2026 justru menjadi yang tertinggi untuk periode April-Juni sepanjang sejarah pengukuran.
Permintaan terhadap iPhone 17 series dan kehadiran iPhone 17e disebut menjadi salah satu faktor yang membantu performa Apple secara global.
HarmonyOS Makin Kuat di China
Persaingan sistem operasi terlihat semakin menarik di China, pasar domestik Huawei.
Pada Q2 2026, Android masih menjadi sistem operasi dengan pangsa terbesar di China, yakni sekitar 58 persen. Namun, angka tersebut turun dari 63 persen pada kuartal sebelumnya.
Penurunan Android tersebut sebagian besar diikuti oleh peningkatan pangsa HarmonyOS. Sistem operasi Huawei itu naik dari 19 persen menjadi 24 persen.
Sementara iOS juga mengalami kenaikan tipis dari 17 persen menjadi 18 persen.
Pertumbuhan HarmonyOS menunjukkan upaya Huawei untuk mengurangi ketergantungannya terhadap Android semakin mendapatkan respons di pasar domestik.
Salah satu perangkat yang disebut turut menopang penjualan perangkat berbasis HarmonyOS di China adalah Huawei Enjoy 90 Pro Max.
Huawei mulai mengembangkan HarmonyOS pada 2019 setelah perusahaan tersebut terkena sanksi perdagangan Amerika Serikat yang berdampak pada aksesnya terhadap layanan Google.
Huawei kemudian memperkenalkan HarmonyOS NEXT pada 2024 sebagai langkah lebih jauh untuk melepaskan sistem operasinya dari Android Open Source Project atau AOSP.
Berbeda dengan HarmonyOS generasi sebelumnya, HarmonyOS NEXT tidak lagi mendukung aplikasi Android secara native.
Android Masih Kuasai Pasar Global
Persaingan antara Android, iOS, dan HarmonyOS menunjukkan dinamika yang berbeda di setiap negara.
Android masih unggul secara global berkat dukungan ekosistem dari berbagai produsen smartphone. Sementara Apple tetap memiliki posisi kuat di sejumlah pasar, meskipun dominasinya mulai mendapatkan tekanan di beberapa wilayah.
Di China, Huawei bahkan semakin mendekati posisi iOS setelah pangsa HarmonyOS meningkat menjadi 24 persen.
Data Counterpoint Research tersebut perlu dipahami sebagai pangsa pasar berdasarkan pengiriman smartphone baru (shipment) selama periode tertentu, bukan jumlah perangkat aktif yang sedang digunakan konsumen.
Dengan kata lain, angka tersebut menggambarkan distribusi sistem operasi pada smartphone yang baru dikirimkan ke pasar sepanjang kuartal II 2026.
Counterpoint menyebut cakupan analisisnya mencakup sekitar 99 persen pasar smartphone global dengan mempertimbangkan berbagai segmen harga. MK-komp
Redaktur : Munawir Sani
