Pemukulan gong oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad menandai dibukanya Wali Kota Batam Open Karate Championship II Tahun 2026. (f: hum)
BATAM (marwahkepri.com) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka Wali Kota Batam Open Karate Championship II Tahun 2026 di Nagoya Citywalk, Lubukbaja, Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat pembinaan olahraga sekaligus mencetak atlet karate yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan merupakan salah satu faktor utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Menurutnya, prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang konsisten dan terarah.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya menyampaikan apresiasi kepada FORKI Kepri dan FORKI Kota Batam. Kejuaraan ini mampu diselenggarakan secara konsisten hingga tahun kedua, dan itu merupakan langkah positif bagi pembinaan atlet,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, keberhasilan pembinaan atlet membutuhkan sinergi seluruh elemen dalam ekosistem olahraga. Setidaknya terdapat empat pilar utama yang harus diperkuat, yakni penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, program latihan yang terukur, tata kelola organisasi yang profesional, serta peran pelatih dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif.
Menurutnya, keempat aspek tersebut saling melengkapi dalam membentuk kemampuan teknis, mental bertanding, serta karakter atlet. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya melalui latihan, tetapi juga harus didukung kompetisi yang rutin dan organisasi yang dikelola secara profesional.
“Jangan berharap prestasi jika tidak ada kompetisi untuk mengasah kemampuan atlet, latihan tidak berjalan dengan baik, organisasi tidak dikelola secara profesional, dan pelatih tidak mampu menciptakan iklim pembinaan yang kondusif. Semua elemen harus bekerja bersama. Jika kompetisi terus dilaksanakan secara berkesinambungan, insyaallah akan lahir atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.
Selain menekankan pentingnya pembinaan, Amsakar juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam kejuaraan agar menjunjung tinggi integritas dan sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Ia meminta para wasit dan juri menjalankan tugas secara objektif, sementara para atlet diharapkan mampu menampilkan kemampuan terbaik tanpa meninggalkan nilai-nilai sportivitas.
“Menjadi juara memang penting, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter dan kebersamaan. Nilai-nilai sportivitas dalam karate harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun Kota Batam yang kita cintai,” katanya.
Pembukaan Wali Kota Batam Open Karate Championship II Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Amsakar Achmad.
Melalui kejuaraan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap pembinaan olahraga karate dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan menjunjung tinggi semangat sportivitas. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
