farid-feidiansyah-raih-emas-karate-porprov-kepri-2026.jpg

Karateka Natuna Farid Feidiansyah berhasil meraih medali emas kelas -75 kilogram pada Porprov Kepri VI 2026 di Tanjungpinang. (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Atlet karate Kabupaten Natuna, Farid Feidiansyah, berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI 2026. Farid menjadi satu-satunya atlet yang diturunkan Forki Natuna di kelas -75 kilogram dan sukses membawa pulang prestasi tertinggi bagi daerahnya.

Farid memastikan medali emas setelah melewati sejumlah pertandingan menghadapi atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kepri. Pertandingan berlangsung di Vihara Batu 14, Kota Tanjungpinang, Kamis (5/11/2026).

Keberhasilan Farid menjadi catatan membanggakan bagi kontingen Natuna. Pasalnya, sejumlah daerah lain menurunkan dua atlet pada setiap kelas pertandingan, sedangkan Forki Natuna hanya mengirimkan satu atlet untuk kelas -75 kilogram.

Keterbatasan jumlah atlet tidak menyurutkan semangat Farid. Ia tampil percaya diri dan mampu menjawab kepercayaan daerah dengan meraih podium tertinggi.

Usai memastikan kemenangan, Farid melakukan sujud syukur di atas tatami sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas keberhasilannya meraih medali emas. Namun, aksi tersebut sempat berujung sanksi denda sebesar Rp2 juta karena sujud syukur dinyatakan tidak diperbolehkan berdasarkan ketentuan saat technical meeting.

Baca Juga:  Investasi Korea di Batam Tembus USD 65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Persoalan tersebut akhirnya diselesaikan dengan pembayaran denda oleh orang tua Farid yang sejak awal setia menyaksikan perjuangan putranya.

Pelatih karate Natuna, Herman, ST, turut menyampaikan rasa haru dan syukur atas pencapaian Farid. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan latihan yang selama ini dijalani.

Ia menegaskan, meskipun Natuna berada jauh di wilayah utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), atlet-atlet daerah tersebut tetap mampu bersaing di tingkat provinsi.

Keterbatasan geografis dan sarana bukan menjadi penghalang bagi anak-anak Natuna untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

Sementara itu, Ketua Tim Ofisial sekaligus pelatih, Roy, mengungkapkan Forki Natuna hanya membawa lima atlet dalam Porprov Kepri VI 2026. Meski demikian, tim tetap optimistis memberikan hasil terbaik.

“Target kita satu medali emas dan Alhamdulillah sudah tercapai melalui Farid. Namun, perjuangan belum selesai karena masih ada empat atlet lagi yang belum bertanding,” ujar Roy.

Ia juga menilai dukungan dan doa dari orang tua sangat penting dalam mendukung atlet selama mengikuti kompetisi.

Baca Juga:  DPRD Batam Kembali Rapat Bahas Polemik Rumah Subsidi Rhabayu Estuario

Orang tua Farid, M. Faizan, mengaku selalu mendukung aktivitas olahraga yang dijalani putranya, terutama kegiatan yang memberikan dampak positif.

“Sebagai orang tua, saya selalu mendukung kegiatan anak, apalagi kegiatan yang sifatnya positif,” tuturnya.

Faizan juga menceritakan pertandingan final berlangsung cukup menegangkan. Meski sempat terjadi insiden yang berujung pada denda, hal tersebut tidak membuat mental Farid jatuh.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah memberikan dukungan dan doa selama Farid bertanding.

Farid Feidiansyah juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat Natuna sehingga dirinya mampu meraih medali emas.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari doa bapak dan ibu semua,sehingga saya mampu meraih medali emas. Terima kasih atas dukungan masyarakat Natuna,” ucap Farid.

Keberhasilan Farid kini menjadi suntikan semangat bagi empat atlet karate Natuna lainnya yang masih akan menjalani pertandingan di Porprov Kepri VI 2026.

Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah atlet dan jarak geografis bukan alasan untuk menyerah dalam meraih prestasi. Farid membuktikan satu atlet dengan tekad kuat mampu membawa kebanggaan bagi daerahnya. (nang)

Baca Juga:  KM Makmur Jaya Terbalik di Perairan Pulau Merapas Bintan, 20 ABK Selamat dan 9 Masih Dicari

Redaktur: Munawir Sani