96fa5e16-bf53-4cff-a736-a7d62c9445ba

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra saat meninjau tanaman Bugenvil beberapa waktu lalu. (Foto: BP Batam)

BATAM (marwahkepri.com) – Upaya mempercantik wajah Kota Batam melalui penataan kawasan hijau kembali menjadi perhatian publik. Di tengah hadirnya deretan pot tanaman bougenville yang memperindah sejumlah ruas jalan utama, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga harus menghadapi aksi vandalisme yang merusak fasilitas penghijauan kota tersebut.

BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa penataan tanaman bougenville merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi masyarakat maupun investor.

Namun di saat proses penataan terus berjalan, aksi perusakan oleh orang tidak dikenal (OTK) justru terjadi di beberapa titik pada Selasa (19/5/2026).

Puluhan Bougenville Rusak, BP Batam Kecam Aksi Vandalisme

Ariastuty mengecam keras tindakan perusakan terhadap puluhan tanaman bougenville yang telah ditanam di sejumlah kawasan strategis Kota Batam.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan upaya pemerintah dalam menjaga estetika kota dan mencederai semangat kolektif pembangunan ruang publik yang lebih tertata.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bougenville yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun para investor yang datang,” tegas Ariastuty, yang akrab disapa Tuty.

Berdasarkan laporan yang diterima BP Batam, sebanyak 59 tanaman bougenville mengalami kerusakan tanpa sebab yang jelas. Dari jumlah tersebut, 13 tanaman dilaporkan hilang setelah diduga dibawa kabur, sementara sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi tercabut dan dibuang ke saluran parit.

Baca Juga:  Batam jadi Lokasi Studi PKDN Sespimti Polri

Sebelumnya, aksi serupa juga sempat terjadi terhadap ratusan tanaman jati emas di sejumlah titik Kota Batam.

Perusakan puluhan Bougenville oleh orang tidak dikenal (OTK) terjadi di beberapa titik Kota Batam. (Foto: BP Batam)

Bougenville Jadi Simbol Penataan Kota Modern

Tuty menjelaskan bahwa program penghijauan dan penataan kawasan yang dilakukan di bawah arahan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan kualitas lingkungan perkotaan yang lebih baik.

Tanaman hias seperti bougenville dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki warna cerah yang memperindah jalan protokol, tanaman ini juga dikenal tahan terhadap iklim tropis, cuaca panas, serta minim perawatan.

“Penempatan pot bougenville ini merupakan langkah untuk memperkuat estetika kota agar lebih indah, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Deretan pot bougenville saat ini terlihat menghiasi sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Bundaran Punggur (Bundaran Hamidah) hingga area sekitar Kantor BP Batam.

Keberadaan tanaman tersebut sempat menjadi perbincangan masyarakat di media sosial. Menanggapi berbagai pertanyaan publik, BP Batam memastikan bahwa program penataan tersebut tidak menggunakan APBN maupun anggaran operasional BP Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. (Foto: BP Batam)

Dibiayai CSR, Tidak Bebani Anggaran Negara

Ariastuty menegaskan bahwa seluruh pembiayaan penataan tanaman bougenville berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) atau kontribusi pihak ketiga.

Menurutnya, skema CSR menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan kota tanpa membebani keuangan negara maupun daerah.

“Ini penting untuk kami sampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Program ini tidak menggunakan APBN maupun anggaran operasional BP Batam, melainkan berasal dari kontribusi pihak ketiga melalui skema CSR sehingga tidak membebani keuangan negara,” jelasnya.

Dengan dukungan CSR, penataan lingkungan tetap dapat berjalan tanpa mengurangi anggaran prioritas lain yang lebih langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Kapal Tugboat PT ASL Shipyard Terbalik, Tiga Orang Meninggal Dunia

BP Batam Perkuat Pengawasan dan Ajak Warga Ikut Menjaga

Menyikapi aksi vandalisme yang terjadi, BP Batam memastikan akan segera melakukan penanganan terhadap tanaman yang rusak sekaligus memperkuat pengawasan di sejumlah titik penataan kota.

Selain itu, BP Batam juga akan melakukan penyesuaian terhadap posisi beberapa pot tanaman yang dinilai terlalu dekat dengan badan jalan.

“Untuk peletakannya yang terlalu dekat dengan jalan, nantinya akan lebih dijauhkan kurang lebih 5 meter agar tetap tersedia bahu jalan untuk berhenti kendaraan dalam kondisi darurat,” terang Tuty.

BP Batam juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum dan mendukung upaya penghijauan kota.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga,” pesannya.

Ia berharap masyarakat tidak ragu melaporkan apabila melihat tindakan yang merusak fasilitas umum agar dapat segera ditindaklanjuti.

Menuju Batam yang Hijau, Estetik, dan Berdaya Saing

Melalui program penataan kawasan dan penghijauan kota, BP Batam terus menunjukkan komitmennya dalam membangun Batam sebagai kota modern yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dan menarik secara visual.

Keberadaan bougenville di berbagai ruas jalan diharapkan menjadi simbol wajah baru Batam yang lebih tertata, hijau, dan membanggakan.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah optimistis upaya mempercantik kota dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh warga maupun dunia investasi di Batam. MK-mun/ADV

Redaktur: Munawir Sani