Screenshot_20260918_113928

LINGGA – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Di Dusun II Senempek, Desa Limbung, warga bahkan telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama beberapa pekan terakhir.

Cuaca panas berkepanjangan membuat sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mulai berkurang. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari warga, termasuk kebutuhan air untuk rumah ibadah dan fasilitas pendidikan.

Menghadapi kondisi itu, Kepala Dusun II Senempek, Firman, bersama masyarakat kemudian mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada PT Citra Sugi Aditya (CSA), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.

Permohonan tersebut mendapat respons dari perusahaan. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT CSA kemudian menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bantuan air bersih disalurkan melalui tiga kali pengiriman selama tiga hari dengan total lima tangki air. Setiap tangki memiliki kapasitas 6.000 liter, sehingga keseluruhan air bersih yang didistribusikan mencapai 30.000 liter. 

Baca Juga:  Pemkab Lingga Perkuat Ekonomi Biru, Gandeng Investor Kembangkan Kawasan Rumput Laut

Air bersih tersebut disalurkan ke sejumlah titik yang membutuhkan, mulai dari permukiman warga hingga rumah ibadah dan sekolah. Bantuan itu disambut positif masyarakat karena datang ketika persediaan air semakin terbatas akibat musim kemarau.

Firman mengatakan, kesulitan memperoleh air bersih telah dirasakan masyarakat Senempek selama beberapa minggu. Karena itu, ia mengapresiasi respons perusahaan terhadap permohonan yang disampaikan warga.

“Alhamdulillah, sudah beberapa minggu ini kita kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Perusahaan merespons cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Firman, Kamis (17/06/2026).

Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga selama kemarau. Terlebih, air tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas di fasilitas umum.

Bagi masyarakat Senempek, distribusi tersebut setidaknya membantu mengurangi kesulitan mendapatkan air di tengah kondisi sumber air yang belum kembali normal.

Langkah PT CSA sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program CSR perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.

Baca Juga:  Meski Terpisah Jarak, Wakil Bupati Lingga Tetap Hadir di Tengah Masyarakat Pekajang

Warga berharap pasokan air bersih tetap dapat dilakukan selama musim kemarau berlangsung, terutama apabila sumber-sumber air masyarakat belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah ancaman kekeringan akibat cuaca panas, sinergi pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. (mk/willy)