Erasmus University Rotterdam.

Gedung Erasmus University Rotterdam. (f: ge)

ROTTERDAM (marwahkepri.com) – Salinan ijazah Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, mendapat tempat istimewa di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda. Dokumen pendidikan tersebut dipajang secara permanen di kampus yang menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik sang Proklamator.

Penghormatan itu memiliki nilai sejarah tersendiri. Hatta pernah menempuh pendidikan ekonomi di perguruan tinggi yang dahulu bernama Nederlandsche Handels-Hoogeschool, cikal bakal Erasmus School of Economics.

Mengutip situs resmi EUR, Hatta merupakan salah satu alumni penting kampus tersebut. Namanya juga diabadikan sebagai nama gedung di Kampus Woudestein, Rotterdam, yang kini digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa.

Salinan ijazah Hatta dipajang bersama ringkasan biografinya di aula Hatta Building. Keberadaan dokumen itu menjadi pengingat atas perjalanan intelektual tokoh yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tersebut.

Nama Hatta Diabadikan di Kampus Rotterdam

Hatta Building didirikan pada 2009 dan menjadi bagian dari kompleks kampus EUR. Gedung tersebut bukan sekadar fasilitas mahasiswa, tetapi juga menyimpan jejak hubungan sejarah antara Hatta dan institusi pendidikan di Rotterdam.

Baca Juga:  Penelitian Ungkap Kebiasaan Menghisap Pinang di Sulawesi Sudah Ada Sejak Zaman Es

Menurut catatan Erasmus University Rotterdam, Hatta belajar di pendahulu Erasmus School of Economics sejak 1921 hingga 1932. Selama berada di Belanda, ia juga aktif dalam gerakan mahasiswa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme.

Penghormatan terhadap Hatta menjadi menarik karena ia dikenal sebagai tokoh nasionalis yang menentang pemerintahan kolonial Belanda. Pengabadian namanya di lingkungan kampus tersebut menunjukkan bahwa warisan pemikiran dan perjalanan akademiknya tetap dikenang.

Perjalanan Pendidikan Bung Hatta

Sebelum berangkat ke Belanda, Hatta menyelesaikan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah setingkat SMP pada masa kolonial, di Padang pada 1919.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Batavia atau Jakarta di Prins Hendrik School (PHS), sekolah menengah yang memiliki jurusan perdagangan. Pendidikan tersebut menjadi bekal sebelum Hatta melanjutkan studi ekonomi ke Belanda.

Hatta tiba di Belanda pada 5 September 1921 untuk menempuh pendidikan di Handels Hoogeschool di Rotterdam. Pilihan itu diambil karena kesempatan melanjutkan pendidikan ekonomi dinilai lebih tersedia di kota tersebut.

Baca Juga:  Ironis, Indonesia Jadi Negara dengan Belanja Pendidikan Terendah di Daftar UNESCO, Hanya 1,3 Persen dari PDB

Keputusan Hatta untuk belajar ke Belanda berbeda dengan harapan keluarganya. Orang tuanya disebut menginginkan ia melanjutkan pendidikan ke Makkah dan Mesir.

Namun, Rotterdam kemudian menjadi salah satu tempat penting dalam pembentukan pemikiran ekonomi dan wawasan kebangsaan Hatta. Ia tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga aktif dalam perjuangan politik melalui organisasi mahasiswa Indonesia.

Jejak Akademik yang Terus Dikenang

Hatta lulus dari Nederlandsche Handels-Hoogeschool pada 5 Juli 1932. Informasi tersebut tercantum dalam profil alumni yang dipublikasikan Erasmus School of Economics.

Perjalanan akademiknya kemudian menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Hatta dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno, sekaligus Wakil Presiden pertama RI.

Kini, salinan ijazah dan nama gedung yang menggunakan namanya menjadi penanda hubungan panjang antara Hatta dan kampus di Rotterdam. Warisan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga dengan gagasan ekonomi, nasionalisme, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. MK-cnbc

Redaktur : Munawir Sani