Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerap aspirasi RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Beduk, Kamis (8/10/2026) malam. (f: hum)
BATAM (marwahkepri.com) – Persoalan air bersih, penerangan jalan umum (PJU), infrastruktur jalan, hingga kebutuhan lahan pemakaman menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat Kecamatan Sungai Beduk kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Berbagai persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama pengurus RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Sungai Beduk, Kamis (8/10/2026) malam.
Pertemuan itu dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Amsakar hadir bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam serta perwakilan BP Batam untuk mendengarkan keluhan warga sekaligus memberikan penjelasan mengenai langkah penanganan yang sedang berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menekankan pentingnya menjaga komunikasi agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dibahas secara terbuka. Menurutnya, silaturahmi juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dan menghindari kesalahpahaman antara pemerintah dengan warga.
“Dengan silaturahmi, hubungan yang tadinya jauh bisa menjadi dekat, persepsi yang keliru bisa dibetulkan, dan pandangan yang negatif bisa menjadi positif. Dari perspektif agama, silaturahmi memperpanjang umur dan mempermudah rezeki. Dari sisi hubungan antarmanusia, silaturahmi juga mempertautkan batin kita,” ujar Amsakar.
Lahan Pemakaman 23,5 Hektare Diusulkan
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam dialog tersebut adalah kebutuhan lahan pemakaman. Seiring perkembangan kawasan permukiman, ketersediaan lahan untuk pemakaman menjadi kebutuhan yang perlu diantisipasi pemerintah.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kota Batam, Yudi, menjelaskan bahwa Pemko Batam telah mengusulkan perluasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah.
Khusus Kecamatan Sungai Beduk, lahan yang diusulkan memiliki luas mencapai 23,5 hektare. Dari total tersebut, proses persetujuan pinjam pakai untuk lahan seluas 4,76 hektare disebut telah memasuki tahap akhir di tingkat pemerintah pusat.
“Untuk mempercepat proses di pusat, pengajuan pinjam pakai lahan kami lakukan secara bertahap. Saat ini, proses untuk lahan seluas 4,76 hektare sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu rapat pimpinan,” jelas Yudi.
Penjelasan itu menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap aspirasi warga mengenai kebutuhan fasilitas pemakaman di wilayah Sungai Beduk.
Jalan Lingkar Selatan dan PJU Dikerjakan Bertahap
Selain lahan pemakaman, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Mitra, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan sedang berlangsung pada 2026.
Proyek tersebut mencakup ruas sepanjang 2,4 kilometer, mulai dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk. Pembangunan selanjutnya direncanakan berlanjut ke arah Dam Duriangkang.
Pengembangan ruas jalan itu diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
Sementara itu, kebutuhan penerangan jalan umum di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat juga ditangani secara bertahap melalui sinergi Pemko Batam dan BP Batam.
Penanganan kedua persoalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Distribusi Air Bersih Terkendala Jaringan Tua
Persoalan air bersih turut menjadi pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Warga masih menghadapi tantangan terkait distribusi air, sementara pemerintah menjelaskan bahwa penanganannya berkaitan dengan sejumlah kendala teknis.
Perwakilan teknis BP Batam, Deni Tondano, bersama Amsakar memaparkan beberapa faktor yang memengaruhi pelayanan air bersih. Di antaranya, jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun, kendala pada sistem pemantauan distribusi, serta berkurangnya volume air baku akibat rendahnya curah hujan.
Menurut Amsakar, persoalan air bersih membutuhkan penanganan menyeluruh karena tidak hanya berkaitan dengan jaringan distribusi, tetapi juga ketersediaan air baku.
“Persoalan air bersih ini sangat kompleks karena kita berhadapan dengan jaringan perpipaan yang sudah berusia puluhan tahun dan penurunan debit air waduk. Karena itu, saya memohon kerja sama warga untuk menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih di rumah tangga,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga kawasan tangkapan air atau catchment area serta menggunakan air secara bijak. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk membantu menjaga ketersediaan air baku di tengah tantangan cuaca dan kebutuhan air yang terus meningkat.
Beberkan Capaian Pendidikan dan Kesehatan
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar turut memaparkan sejumlah program prioritas Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Program-program itu mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Di sektor pendidikan, pemerintah menyebut telah menyalurkan 105.670 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta selama dua tahun anggaran. Pemko Batam juga mengalokasikan beasiswa untuk 48 mahasiswa asal Batam yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi negeri.
Pada sektor kesehatan, Amsakar menyampaikan bahwa capaian Universal Health Coverage (UHC) Batam mencapai 98 persen. Capaian tersebut, menurut pemerintah, memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Amsakar mengatakan arah pembangunan Batam kini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Jika sebelumnya konsentrasi kita lebih banyak pada pembangunan infrastruktur, sekarang kita juga bertransformasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Saya yakin, jika ingin melihat Batam hebat pada masa depan, kita harus mencetak dan menyiapkan SDM-nya sejak hari ini,” tuturnya.
Nelayan, Lansia, dan Pelaku UMKM Mendapat Dukungan
Program perlindungan sosial juga menjadi bagian dari capaian yang disampaikan Amsakar. Pemko Batam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 7.000 nelayan dan pekerja rentan.
Selain itu, bantuan bagi 4.000 warga lanjut usia (lansia) ditingkatkan menjadi Rp400.000 per bulan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan permodalan UMKM senilai Rp1,3 miliar kepada 1.500 pemohon.
Sementara untuk memperluas peluang kerja, Pemko Batam menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi 4.433 peserta. Pemerintah juga menjalin kesepakatan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang memuat ketentuan kuota minimal 20 persen tenaga kerja lokal di 30 perusahaan mitra.
Berbagai program tersebut, menurut Amsakar, diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan dunia usaha.
Pertumbuhan Ekonomi Batam Diklaim Capai 7,28 Persen
Amsakar juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut angka kemiskinan di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Batam pada semester pertama disebut mencapai 7,28 persen. Amsakar menyebut angka tersebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Ia turut menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam berada di angka 83,8, yang masuk kategori sangat tinggi. Capaian tersebut juga disampaikannya dalam konteks posisi Provinsi Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan IPM tertinggi ketiga di Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi kita pada semester pertama mencapai 7,28 persen. Ini merupakan pertumbuhan terbesar dalam lima tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia kita juga berada pada angka 83,8 dengan kategori sangat tinggi, yang turut mengantarkan Kepulauan Riau menjadi provinsi dengan IPM terbaik ketiga di Indonesia,” jelasnya.
Amsakar Ajak Warga Bijak Menyikapi Informasi
Menutup pertemuan, Amsakar mengajak masyarakat Sungai Beduk menjaga kebersamaan dan berperan aktif mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengingatkan warga agar tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.
Menurutnya, informasi yang belum jelas sumbernya dapat memicu kesalahpahaman apabila langsung disebarluaskan tanpa pemeriksaan.
Amsakar menegaskan, berbagai capaian pembangunan dan penghargaan yang diraih Kota Batam merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat, bukan keberhasilan individu atau kelompok tertentu.
“Pencapaian dan berbagai penghargaan yang diraih Kota Batam bukan milik pribadi Amsakar atau Li Claudia, melainkan hasil kerja keras seluruh warga Batam. Kami memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan, keteguhan hati untuk tetap berada di jalur yang benar, serta kemampuan menuntaskan seluruh janji program pembangunan demi kemajuan Kota Batam,” tutupnya. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
