Pertemuan Pemkab Natuna dengan delegasi Kedutaan Besar Australia membahas peluang kerja sama pembangunan daerah.

Pemkab Natuna bersama delegasi Kedutaan Besar Australia membahas peluang kerja sama pembangunan daerah, khususnya sektor kemaritiman, perikanan, dan pariwisata di ruang kerja Wakil Bupati Natuna, Jumat (9/10/2026). (Foto: MC Natuna)

NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Kedutaan Besar Australia di Jakarta menjajaki peluang kerja sama untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kemaritiman, perikanan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan delegasi Kedutaan Besar Australia dengan jajaran Pemkab Natuna di ruang kerja Wakil Bupati Natuna, Jumat (9/10/2026).

Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko Varianto, mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membahas berbagai potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan Australia.

“Kami membawa dinas terkait, ada Dinas Perikanan, Baperida, Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi hari ini kita fokus berdiskusi sebelum nantinya ditentukan program apa yang akan dilakukan Kedutaan Besar Australia,” ujarnya.

Delegasi Australia dipimpin First Secretary Political Ryan Cunningham, didampingi First Secretary Economic Trade and Sustainability Sarah Wilson, Unit Manager Human Development and Humanitarian Lulu Wardhani, serta perwakilan James Cook University, Ria Fitriana.

Ryan Cunningham mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung peluang dan tantangan pembangunan di Natuna, terutama yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat maritim.

Baca Juga:  Harga Kebutuhan Pokok di Natuna Bergantung Pada Distribusi Kapal?

Menurutnya, Australia melihat peluang kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan menjawab berbagai tantangan di sektor maritim. Pembahasan juga mencakup dukungan terhadap organisasi masyarakat sipil di bidang kemaritiman, pengelolaan pembiayaan berkelanjutan, serta keselamatan di laut.

“Kami ingin menjajaki peluang dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, serta melihat bagaimana kerja sama dapat mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat maritim di Natuna,” jelasnya.

Ryan mengatakan kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya melihat peluang pengembangan program kerja sama berikutnya. Australia turut menaruh perhatian pada potensi infrastruktur berkelanjutan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, memaparkan kondisi geografis dan potensi daerah perbatasan tersebut. Ia menyebut kondisi geografis Natuna menjadi tantangan dalam pembangunan, terutama untuk meningkatkan konektivitas dan akses transportasi masyarakat antarpulau.

Di sisi lain, Natuna memiliki potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari minyak dan gas bumi, pariwisata, Geopark Natuna, hingga sektor perikanan dan kemaritiman.

Baca Juga:  Bupati Natuna Tegas Soroti Distribusi BBM Subsidi Nelayan: “Jangan Dipersulit Lagi”

Jarmin berharap penjajakan kerja sama dengan Australia dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan berbagai potensi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak dan Ibu ke Natuna. Semoga diskusi ini menghasilkan program dan sinergi yang baik ke depan, terutama untuk pembangunan maritim dan perikanan,” harapnya. (nang)

Redaktur: Munawir Sani