STAI Natuna dan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah memperkuat kerja sama akademik dan mendukung transformasi STAI Natuna menuju institut. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menjalin kerja sama internasional dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Natuna. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran akademik, riset bersama, hingga pengembangan kajian budaya Melayu.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan oleh pimpinan dan delegasi dari kedua institusi. Dari pihak UniSZA hadir jajaran pejabat universitas sebagaimana tercantum dalam dokumen MoU dan MoA. Sementara dari STAI Natuna hadir unsur pimpinan, Ketua Bagian Akademik, Ketua Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, para Ketua Program Studi, serta jajaran staf akademik.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan transformasi STAI Natuna menjadi Institut Agama Islam Natuna yang dalam waktu dekat akan diusulkan kepada Direktur Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam.
Menurutnya, perubahan status kelembagaan tidak hanya sebatas perubahan nomenklatur, tetapi juga merupakan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kerja sama, serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.
“Kerjasama dengan UniSZA dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam proses tersebut,” ujarnya.
Dr. Umar menjelaskan, kolaborasi antara STAI Natuna dan UniSZA memiliki landasan historis dan kultural yang kuat karena masyarakat Natuna dan Terengganu memiliki kedekatan genealogis serta kemiripan bahasa.
“Secara DNA dan linguistik kita adalah serumpun. Dari sinilah kita membangun kolaborasi keilmuan. Saya mengundang UniSZA untuk datang ke Natuna guna melakukan kajian mendalam terhadap kekayaan dialek dan budaya Melayu lokal,” ujarnya.
Ke depan, ruang lingkup kerja sama akan difokuskan pada pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta pengembangan pusat kajian budaya Melayu.
Selain itu, kedua institusi juga berkomitmen menggali dan mempublikasikan khazanah arkeologi, budaya, serta tradisi Melayu di Natuna yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam dunia akademik.
Dalam kesempatan tersebut, STAI Natuna dan UniSZA turut mengusung konsep “Generasi Melayu Baru” sebagai arah pengembangan pendidikan bersama. Konsep tersebut bertujuan melahirkan sumber daya manusia Melayu yang tetap berakar pada nilai budaya, namun adaptif terhadap perkembangan zaman dan memiliki daya saing global.
“Jika Melayu lama cenderung pasif, maka Melayu Baru harus progresif dan solutif. Kita perlu merekonstruksi falsafah pendidikan agar melahirkan lulusan yang berani berpikir kritis dan berkontribusi bagi kemajuan Nusantara,” tegas Dr. Umar.
Pihak UniSZA menyambut positif kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya mendukung implementasi berbagai program akademik yang telah disepakati.
“UniSZA memandang STAI Natuna sebagai mitra strategis. Kami siap mendukung melalui pertukaran akademik, riset bersama, dan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai Melayu yang relevan dengan tantangan global,” ungkap perwakilan UniSZA.
Sebagai tindak lanjut, kedua perguruan tinggi menargetkan pelaksanaan berbagai program kerja sama dalam waktu dekat. STAI Natuna juga mengundang delegasi UniSZA untuk menghadiri prosesi Wisuda STAI Natuna yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
“Semoga kerjasama ini menjadi pintu gerbang bagi STAI Natuna untuk tumbuh menjadi Institut yang unggul. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan UniSZA,” pungkas Dr. Umar. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
