Menikmati suasana senja di Pantai Batu Kasah Natuna dengan latar batu granit dan laut biru

Senja di Pantai Batu Kasah Natuna, destinasi favorit pasangan untuk menikmati liburan bersama.(foto/disparnatuna)

NATUNA (marwahkepri.com) – Liburan tak selalu soal keramaian. Di Natuna, cinta bisa dirayakan dalam kesederhanaan, pasir putih, laut biru kehijauan, dan gugusan batu granit yang berdiri kokoh di tepian pantai.

Jika Anda dan pasangan ingin menghabiskan momen libur dengan suasana yang lebih intim dan berkesan, berikut beberapa destinasi pilihan di Natuna yang bisa menjadi referensi perjalanan romantis Anda.

Pantai Batu Kasah

Terletak di Bunguran Selatan, Pantai Batu Kasah menjadi salah satu ikon wisata Natuna sekaligus bagian dari geosite Natuna. Hamparan pasir putihnya berpadu dengan batuan granit raksasa yang eksotis.

Bersama pasangan, Anda bisa menikmati aktivitas seperti paddle board, berenang, hingga sekadar berjalan santai menyusuri garis pantai saat matahari mulai condong ke barat. Area yang luas juga memungkinkan camping romantis di bawah langit malam Natuna.

Fasilitas seperti gazebo, mushola, dan kantin tersedia untuk menunjang kenyamanan kunjungan Anda.

Sindu Indah Cafe

Bagi pasangan yang menyukai panorama dari ketinggian, Sindu Indah Café di kawasan Tanjung Senubing, Bunguran Timur, menawarkan pengalaman yang berbeda.

Dari atas perbukitan, Anda dapat menyaksikan lautan luas yang membingkai Pulau Bunguran. Di kejauhan, tampak Pulau Senua seolah begitu dekat untuk digapai. Batu-batu granit yang tersebar di laut biru kehijauan menciptakan lanskap dramatis—sempurna untuk foto berdua saat senja.

Baca Juga:  ‎HUT ke-27 Natuna, Gerakan Tanam Terumbu Karang dan Bersih Pantai Digelar di Pulau Senua

Natuna Dive Resort

Ingin merayakan malam tahun baru dengan suasana lebih eksklusif? Natuna Dive Resort bisa menjadi pilihan.

Resort ini menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dengan panorama laut terbuka. Anda dapat menikmati hidangan dari Cafe Sebalau atau bersantai di Tapak Natuna dengan latar batu granit dan Pulau Senua.

Khusus momen pergantian tahun, resort ini biasanya menghadirkan promo menginap lengkap dengan makan, event malam tahun baru, hingga pesta kembang api—menciptakan momen romantis yang tak terlupakan.

Natuna Garden Villa

Bagi pasangan yang menyukai nuansa klasik, Natuna Garden Villa menawarkan perpaduan arsitektur tradisional dan sentuhan modern.

Di dalamnya terdapat Pendopo Lawas yang menyajikan hidangan tradisional Jawa dalam atmosfer tempo dulu. Anda juga bisa menikmati makan malam di area terbuka dengan konsep terrace garden, ditemani semilir angin laut dan pemandangan batuan granit.

Suasananya tenang, hangat, dan cocok untuk quality time berdua.

Pantai Teluk Selahang & Pantai Tanjung

Dua pantai ini menawarkan suasana yang lebih teduh dan tenang. Laut biru yang membentang luas sangat cocok untuk duduk berdua menanti matahari terbenam.

Baca Juga:  Kunjungan Wisman ke Natuna Meningkat Sepanjang 2025

Di sepanjang pantai, tersedia kedai yang menyajikan kuliner khas Natuna seperti kernas, tabel mando, lempar ubi, pulut, hingga gorengan hangat. Menikmati kudapan tradisional sambil menyeruput air kelapa muda segar menjadi kombinasi sederhana yang terasa istimewa saat dinikmati bersama pasangan.

Pantai Sujung

Semakin ke arah timur laut, Pantai Sujung menyambut dengan pasir putih lembut dan panorama matahari terbit yang memukau. Dari sini, Anda juga dapat melihat siluet Gunung Ranai di kejauhan.

Pantai ini cocok untuk piknik romantis, camping, hingga aktivitas air seperti kano. Tersedia fasilitas kantin, penginapan, dan mushola unik berbentuk Ka’bah.

Bangun pagi bersama pasangan, menyaksikan matahari perlahan muncul dari ufuk timur—adalah pengalaman sederhana yang akan sulit dilupakan.

Natuna bukan hanya tentang keindahan alamnya, tetapi tentang suasana yang memberi ruang untuk lebih dekat, lebih tenang, dan lebih bermakna bersama orang terkasih.

Dari pantai berpasir putih hingga resort dengan perayaan tahun baru yang meriah, Natuna menawarkan pilihan lengkap untuk merayakan cinta di ujung utara Indonesia.(*)

Redaktur : Munawir Sani