Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat sidak harga MinyaKita di Pasar Kebayoran

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan MinyaKita dijual di atas HET saat sidak di Pasar Kebayoran, Jumat (20/2/2026).

JAKARTA (marwahkepri.com) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran, Jumat (20/2/2026), dan menemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Produk yang seharusnya dibanderol Rp15.700 per liter tersebut dijual hingga Rp19.000 per liter. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan meminta aparat penegak hukum menelusuri rantai distribusi hingga ke tingkat distributor besar dan produsen.

“Ini minyak goreng tertulis 15.700. Tapi dijual tadi 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan pak penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri,” tegas Mentan Amran, seperti dilansir dari laman Kementerian Pertanian.

Sebagai bagian dari proses pembuktian, Mentan Amran membeli dua kantong MinyaKita untuk dijadikan barang bukti guna menelusuri sumber distribusi.

“Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas. Pak diumumkan kalau sudah diproses,” ujarnya.

Mentan menegaskan bahwa secara global mekanisme supply and demand untuk komoditas sawit dan crude palm oil (CPO) berjalan normal. Namun, kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri dinilai sebagai anomali, mengingat Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia dengan kontribusi 58 persen produksi global dan 56 persen ekspor dunia.

Baca Juga:  BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN, Kepala SPPG Terbukti Minta Fee Terancam Dipecat dan Dapur Ditutup

“Untuk komoditas sawit atau CPO dunia, hukum ekonomi supply dan demand berlaku. Tapi di Indonesia muncul anomali. Kita produsen terbesar dunia, bahan bakunya melimpah, tapi harga minyak goreng naik. Ini yang harus kita luruskan,” tegasnya.

Ia menekankan tidak ada alasan harga minyak goreng naik di dalam negeri, terlebih menjelang Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kami tidak mau berniat ganggu seluruh pengusaha. Ayo cari rezeki tetapi jangan mengganggu pemerintah, jangan mengganggu rakyat, jangan mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” katanya.

Mentan kembali menegaskan, pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga akan ditindak tegas.

“Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadan itu harus ditindak,” pungkasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$20,05 miliar. Angka tersebut mempertegas posisi strategis sawit Indonesia di pasar global.

Baca Juga:  Disperindag Batam Minta Warga Laporkan MinyaKita yang Dijual di Atas HET

Pemerintah memastikan pengawasan distribusi akan diperketat, operasi pasar terus dilakukan, serta penegakan hukum ditegakkan demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat.(*)

Redaktur : Munawir Sani