Kunjungan wisatawan mancanegara ke Natuna menunjukkan tren positif sepanjang 2025.(foto/rri)
NATUNA (marwahkepri.com) – Di ujung utara Indonesia, di antara gugusan pulau dan hamparan laut biru, Natuna perlahan namun pasti semakin dikenal dunia. Meski berada di wilayah perbatasan, denyut sektor pariwisatanya terus bergerak.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Natuna, Moestafa Albakry, mengatakan, sepanjang tahun 2025 Dinas Pariwisata mencatat sebanyak 169 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Natuna. Angka itu mungkin belum sebesar destinasi populer lainnya, tetapi ini menjadi sinyal kuat bahwa pesona alamnya mulai menarik perhatian global.
Menariknya, kunjungan tersebut didominasi oleh wisatawan asal China dan Jepang. Masing-masing negara menyumbang 44 kunjungan. Selebihnya berasal dari berbagai negara lain, menandakan Natuna mulai masuk dalam radar perjalanan wisata Asia Timur.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, tren kunjungan wisman menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2024, jumlah wisatawan mancanegara yang datang tercatat sebanyak 141 orang. Artinya, terjadi peningkatan pada 2025,” katanya melansir dari RRI.co.id.
Jika digabungkan dengan wisatawan domestik, sepanjang 2024 total kunjungan ke Natuna mencapai 27.044 orang, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 27.000 kunjungan. Dari jumlah tersebut, 26.904 merupakan wisatawan nusantara.
Peningkatan ini tidak lepas dari berbagai event pariwisata yang digelar, seperti Geopark Ride, Geopark Fishing, dan Sail to Natuna. Kegiatan tersebut menjadi magnet tersendiri, terutama bagi pecinta wisata bahari dan olahraga.
Secara regional, kunjungan wisman ke Kepulauan Riau pada 2025 bahkan menembus lebih dari 2 juta kunjungan. Meski kontribusi Natuna masih relatif kecil dibandingkan destinasi utama seperti Batam atau Bintan, pergerakan angka di wilayah perbatasan ini menjadi indikator penting.
Natuna menunjukkan bahwa daerah terdepan pun memiliki potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kekayaan alam berupa pantai berpasir putih, batu granit raksasa, hingga laut yang jernih, kawasan ini menyimpan daya tarik eksotis yang berbeda.
Data tersebut memperlihatkan satu hal, Natuna tidak lagi sekadar titik di peta perbatasan. Ia mulai tumbuh sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan mancanegara, terutama dari kawasan Asia Timur.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi promosi, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan kualitas layanan wisata. Jika tren ini terus terjaga, bukan tidak mungkin angka kunjungan wisman ke Natuna akan terus merangkak naik di tahun-tahun mendatang.MK-Nang
Redaktur : Munawir Sani
