Ilustrasi desain futuristik proyek Mukaab di Riyadh, Arab Saudi. (f: (tangkapan layar newmurabba.com)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Pembangunan Mukaab yang direncanakan menjadi pusat kawasan baru New Murabba di Riyadh, Arab Saudi, resmi ditunda. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi strategi terhadap sejumlah proyek besar kerajaan.
Mukaab sebelumnya dipromosikan sebagai bangunan dengan kapasitas interior setara 20 Empire State Building. Struktur berbentuk kubus setinggi 400 meter itu dirancang mencakup hunian, hotel, ruang komersial, serta pusat hiburan dengan total luas interior sekitar 2 juta meter persegi.
Proyek ini merupakan bagian dari program ambisius Saudi Vision 2030 yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dari ketergantungan pada minyak, sekaligus menarik investasi dan membangun lingkungan perkotaan futuristik.
Namun hingga kini, pekerjaan di lokasi baru sebatas ekskavasi dasar dan pemasangan tiang pancang. Konstruksi lanjutan dihentikan sementara menunggu hasil peninjauan.
Menurut sejumlah laporan, keputusan tersebut bukan langkah mendadak, melainkan bagian dari evaluasi lebih luas terhadap proyek-proyek megastruktur di Arab Saudi.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah dampak lingkungan dan iklim. Bangunan tertutup berskala besar seperti Mukaab diperkirakan membutuhkan pendinginan dan pencahayaan sepanjang tahun di wilayah dengan suhu ekstrem.
Analis dari Arab Gulf States Institute sebelumnya memperingatkan bahwa proyek semacam ini berpotensi meningkatkan konsumsi sumber daya, emisi karbon, serta risiko hilangnya habitat. Hal tersebut dinilai bertentangan dengan target net-zero emissions Arab Saudi pada sekitar 2060.
Selain isu lingkungan, desain Mukaab juga sempat menuai sorotan karena dianggap memiliki kemiripan dengan Ka’bah yang berada di pusat Masjidil Haram di Makkah, kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Penghentian sementara proyek ini dinilai mencerminkan pergeseran prioritas pembangunan infrastruktur besar Arab Saudi, terutama dalam mempertimbangkan aspek finansial, iklim, serta tanggung jawab sosial dalam proyek berskala masif. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
