Ilustrasi gerhana matahari total di langit Makkah pada 2 Agustus 2027. (f: ai)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Fenomena gerhana matahari total yang dijuluki sebagai “Gerhana Abad Ini” dipastikan akan melintasi wilayah Arab Saudi pada 2 Agustus 2027. Peristiwa astronomi langka tersebut diperkirakan membuat Kota Makkah mengalami kegelapan total selama lebih dari enam menit pada siang hari.
Dilansir dari Space, gerhana matahari total ini menjadi yang terlama pada abad ke-21 dengan durasi totalitas mencapai 6 menit 23 detik. Fenomena tersebut juga menjadi gerhana matahari total terpanjang sejak 1991 dan diperkirakan tidak akan terulang hingga 2114.
Gerhana akan terjadi sekitar satu tahun setelah gerhana matahari total yang melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol pada 12 Agustus 2026. Sekitar 10 hari setelahnya, langit juga akan dihiasi hujan meteor Perseid yang rutin terjadi setiap tahun.
Badan Antariksa Eropa (ESA) menyebut jalur gerhana akan melintasi Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, hingga Semenanjung Arab. Sejumlah negara seperti Libya, Mesir, dan Arab Saudi menjadi wilayah yang dapat menyaksikan fenomena langka tersebut.
Berdasarkan perhitungan astronomi yang dikutip dari Arabia Weather, efek totalitas akan paling terasa di wilayah barat Arab Saudi, terutama Kota Makkah. Selama beberapa menit, sinar matahari akan tertutup sepenuhnya sehingga suasana siang hari berubah menjadi gelap.
Selain Makkah, gerhana matahari total juga dapat diamati di sejumlah kota lain, seperti Jeddah, Taif, Abha, Jazan, dan Al-Baha. Sementara wilayah Arab Saudi lainnya hanya mengalami gerhana matahari sebagian.
Jadwal Gerhana Matahari Total di Makkah
Berdasarkan perhitungan astronomi, berikut jadwal gerhana matahari total di Makkah pada 2 Agustus 2027:
- Awal gerhana sebagian: 12.01.58 waktu setempat
- Awal gerhana total: 13.24.06
- Puncak gerhana total: 13.26.41
- Akhir gerhana total: 13.29.16
- Akhir gerhana sebagian: 14.53.25
Gerhana Matahari dalam Pandangan Islam
Dalam ajaran Islam, gerhana matahari merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT dan tidak berkaitan dengan kelahiran maupun kematian seseorang.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Al-Mughirah bin Syu’bah yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah tanda-tanda kekuasaan Allah, sehingga ketika terjadi gerhana umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan melaksanakan salat gerhana hingga fenomena tersebut berakhir.
Pelaksanaan salat gerhana dilakukan sebagaimana salat pada umumnya, dan apabila dilaksanakan secara berjamaah dianjurkan diakhiri dengan khutbah sebagai bentuk pengingat akan kebesaran Allah SWT. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
