drone-

Drone yang hampir tak kasat mata sama sekali. Foto: Michael Rubenstein/Northwestern University

JAKARTA (marwahkepri.com) – Tim insinyur dari Northwestern University, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan drone berdesain unik yang tampak hampir tak terlihat oleh mata manusia saat terbang. Efek tersebut dihasilkan dari kecepatan putaran drone yang sangat tinggi sehingga menciptakan ilusi visual berupa bayangan buram yang menyatu dengan latar belakang.

Drone inovatif ini memiliki bentuk sangat sederhana, hanya berupa rangka kawat transparan dengan satu baling-baling utama yang mampu berputar hingga 25 kali per detik. Kecepatan tersebut membuat mata manusia kesulitan menangkap bentuk asli drone secara jelas.

Emma Alexander, Asisten Profesor Ilmu Komputer di McCormick School of Engineering, Northwestern University, menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi karena keterbatasan cara mata manusia memproses gambar bergerak.

“Mata manusia membutuhkan waktu untuk mengumpulkan sinyal, mirip dengan waktu pencahayaan pada kamera. Ketika suatu objek berputar sangat cepat, kita akan melihatnya sebagai objek yang kabur dan kehilangan detail,” ujar Alexander.

Menurutnya, karena sebagian besar struktur drone bersifat transparan, bagian-bagian yang masih terlihat akan tercampur secara visual dengan lingkungan di sekitarnya sehingga hanya tampak seperti kabut tipis.

Baca Juga:  Warisan Rp81.700 Triliun Tim Cook Jadi Tantangan Berat Bos Baru Apple John Ternus

Desain Drone Dibuat Menggunakan AI

Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah proses perancangannya yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Tim peneliti menggunakan simulasi komputer untuk menghasilkan sekitar 20.000 desain drone yang berbeda. Selanjutnya, algoritma AI melakukan proses optimasi dengan meniru mekanisme seleksi alam.

Berbagai konfigurasi komponen seperti motor, baling-baling, papan sirkuit, baterai, hingga penyeimbang terus diubah untuk menemukan desain yang paling stabil sekaligus paling sulit terlihat oleh mata manusia.

Setelah desain terbaik ditemukan melalui simulasi, tim kemudian membuat prototipe fisiknya.

Michael Rubenstein, Profesor Madya Ilmu Komputer dan Teknik Mesin Northwestern University yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan pendekatan ini berbeda dari teknologi kamuflase drone pada umumnya.

“Sebagian besar penelitian mencoba menyamarkan drone agar menyerupai lingkungan sekitar. Kami justru mendesain drone berdasarkan bagaimana manusia memersepsikan gerakan,” jelas Rubenstein.

Ia menambahkan bahwa konsep membuat drone sulit terlihat melalui gerakan ekstrem masih jarang dieksplorasi dalam dunia robotika.

Berpotensi Digunakan untuk Berbagai Keperluan

Para peneliti menilai teknologi ini memiliki banyak potensi aplikasi, antara lain:

  • Pemantauan satwa liar tanpa mengganggu habitat.
  • Survei lingkungan.
  • Inspeksi infrastruktur.
  • Penelitian ilmiah.
Baca Juga:  Lagi Kaya karena AI, Taiwan Mau Bagi Rp 5,5 Juta ke Setiap Warga

Namun, mereka juga mengakui teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pengawasan rahasia maupun kepentingan militer, meskipun bukan tujuan utama penelitian.

Hasil riset ini dipresentasikan dalam konferensi internasional Robotics: Science and Systems (RSS) 2026 yang berlangsung di Sydney, Australia, pada 16 Juli 2026.

Video demonstrasi drone tersebut memperlihatkan bagaimana perangkat itu berubah menjadi bayangan kabur saat berputar cepat sehingga nyaris menghilang dari pandangan mata manusia. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani