earphone-bluetooth-aman-bagi-otak.jpg
JAKARTA (marwahkepri.com) – Penggunaan earphone bluetooth kerap menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap otak. Namun, secara medis belum ada bukti pasti yang menyatakan perangkat tersebut berbahaya bagi kesehatan otak.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Widya Eka Nugraha, MSi Med, menegaskan bahwa tidak semua radiasi berbahaya bagi tubuh manusia.
“Tidak semua radiasi berbahaya bagi tubuh manusia, karena dampaknya bergantung pada jenis radiasi, besar paparan, durasi, serta jaraknya,” ucapnya dilansir laman IPB University, Rabu (25/2/2026).
Widya menjelaskan, bluetooth memancarkan gelombang radio (RF) yang termasuk radiasi non-ionisasi. Jenis radiasi ini berbeda dengan sinar X yang bersifat ionisasi dan berbahaya.
“Pada paparan RF, mekanisme efek biologis yang terjadi adalah pemanasan jaringan (thermal effect). Sejauh ini, alat bluetooth yang beredar di pasaran memenuhi standar keamanan dan tidak memberikan efek yang signifikan terhadap jaringan tubuh manusia,” jelasnya.
Ia juga merujuk pada hasil riset Organisasi Kesehatan Dunia yang menunjukkan paparan RF berada di bawah batas aman sehingga tidak menimbulkan risiko signifikan pada otak.
Meski demikian, penggunaan earphone tetap perlu memperhatikan pola pemakaian. Volume yang terlalu keras dapat merusak pendengaran. Selain itu, penggunaan saat berkendara atau beraktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi berisiko menyebabkan kecelakaan.
Widya menyarankan penggunaan earphone dengan volume secukupnya, membatasi durasi pemakaian, serta menjaga kebersihannya.
“Bila telinga nyeri, gatal berat, keluar cairan, berdenging menetap, atau pendengaran menurun, hentikan sementara dan periksa ke dokter,” ujar Widya. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
