tkp-penemuan-jasad-ayah-dan-dua-orang-anak-di-dalam-bungalow-di-legian-kuta-kabupaten-badung-senin-

Foto: TKP penemuan jasad ayah dan dua orang anak di dalam bungalow di Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Senin (14/9/2026). (Putu Yonata/detikBali)

DENPASAR (marwahkepri.com) – Polisi mengungkap dugaan latar belakang tragedi yang melibatkan seorang warga negara Australia berinisial SDJ (56) di Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Pria tersebut diduga membunuh dua anaknya sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Petunjuk mengenai kondisi SDJ diperoleh polisi dari keterangan istrinya, TY (32), yang merupakan warga negara Indonesia. Kepada penyidik, TY menyebut suaminya telah lama mengalami gangguan kecemasan yang kambuh secara berkala.

Meski kondisi tersebut berlangsung cukup lama, SDJ disebut tidak pernah mendapatkan penanganan medis.

Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo Simatupang mengatakan, kondisi kecemasan itu juga pernah memicu persoalan dalam rumah tangga pasangan tersebut.

“Dari keterangan istri bahwa mereka pernah cekcok tahun 2022 dan suaminya ini mempunyai rasa cemas yang tinggi,” kata Leonardo saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (15/9/2026).

Pernah Hampir Bercerai

Leonardo mengungkapkan, TY dan SDJ bahkan sempat berada di ambang perceraian pada 2022. Namun, rencana tersebut tidak berlanjut karena TY khawatir kondisi kecemasan suaminya semakin memburuk.

Baca Juga:  Geger! Mantan Wapres Ditangkap di Bandara, Terseret Kasus Jaringan Narkoba Internasional

Menurut keterangan yang diterima polisi, SDJ pernah mengancam akan mengakhiri hidup ketika rasa cemasnya muncul.

Pasangan yang telah menikah lebih dari enam tahun itu pun disebut beberapa kali mengalami ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Kendati demikian, polisi menyebut tidak ada pertengkaran antara keduanya dalam beberapa waktu sebelum tragedi terjadi.

Kepergian TY ke Jakarta menjelang kejadian juga tidak berkaitan dengan perselisihan rumah tangga. Ia berada di Jakarta untuk menjenguk orang tuanya.

SDJ Pernah Mencoba Bunuh Diri

Riwayat percobaan bunuh diri juga ditemukan polisi. Sekitar satu bulan sebelum kejadian, SDJ disebut pernah mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengikat leher menggunakan tali atau kabel setrika setelah mengunci diri di dalam kamar.

“Bulan lalu istrinya menyampaikan bahwa dari suaminya pernah mencoba melakukan bunuh diri dengan mengunci di kamar dan mengikatkan lehernya di tali atau pun kabel setrika,” ujar Leonardo.

Percobaan tersebut tidak berhasil.

Sebulan kemudian, tragedi terjadi di bungalow yang menjadi tempat tinggal keluarga tersebut di Legian, Kuta, Kabupaten Badung. SDJ diduga membunuh dua anaknya, ADS (6) dan LKS (4).

Baca Juga:  Karyawan Gelapkan Uang Rp3 Miliar, Vilmei Akui Trauma hingga Sempat Ingin Pensiun Jadi Konten Kreator

Setelah kedua anaknya ditemukan meninggal dunia, SDJ kemudian diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.

Keluarga Tolak Autopsi

Setelah kejadian, kepolisian sempat merencanakan autopsi terhadap jasad ketiga korban untuk kepentingan penyelidikan.

Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Setelah proses penanganan oleh kepolisian selesai, jenazah SDJ dan kedua anaknya kemudian diserahkan kembali kepada keluarga.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut berdasarkan keterangan saksi dan temuan yang diperoleh dalam penyelidikan. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani