Diskominfo Batam dan BSSN menelusuri dugaan kebocoran data pendaftar SPMB.

Diskominfo Batam bersama BSSN masih menginvestigasi dugaan kebocoran data pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). (Foto: istimewa)

BATAM (marwahkepri.com) – Pemerintah Kota Batam masih menelusuri dugaan kebocoran data pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan ada atau tidaknya kebocoran data akibat dugaan serangan siber.

Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan proses investigasi dilakukan bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memastikan apakah data para pendaftar benar-benar telah dikuasai oleh pelaku dugaan serangan siber.

“Sedang di asistensi BSSN RI, untuk memastikan apakah benar ada data yang sudah dikuasai para pelaku malware tersebut,” kata Rudi, Rabu (8/7/2026).

Menurut Rudi, hingga saat ini belum ada kesimpulan yang menyatakan data pendaftar SPMB telah dicuri. Tim masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sistem aplikasi.

“Masih ditelusuri,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, Diskominfo Batam telah memasang perangkat pendeteksi potensi malware pada sistem SPMB tidak lama setelah menerima informasi mengenai dugaan upaya penetrasi.

“Sudah memasang alat pendeteksi potensi malware satu hari setelah informasi dugaan adanya upaya penetrasi ke aplikasi SPMB tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  Pulau Belat Masuk Prioritas Investasi Pemkab Karimun, Energi Terbarukan dan Infrastruktur

Sebelumnya, dugaan kebocoran data mencuat setelah sebuah akun di media sosial X mengklaim berhasil mengakses data pendaftar SPMB Kota Batam.

Akun tersebut menyebut portal SPMB Batam memiliki celah keamanan jenis Insecure Direct Object Reference (IDOR) yang diduga memungkinkan akses terhadap dokumen pribadi para pendaftar.

Dalam unggahannya, akun itu mengklaim sebanyak 1.495 dokumen pribadi berhasil terekspos.

“Target: Portal SPMB Batam, Vulnerability: IDOR (Insecure Direct Object Reference), Impact: 1,495 Personal Documents Exposed,” tulis akun tersebut.

Akun tersebut juga mengklaim telah mengakses 445 berkas sebagai Proof of Concept (PoC) yang disebut berisi berbagai dokumen identitas pendaftar, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan akta kelahiran.

“A total of 445 full data files have been dumped as a Proof of Concept (PoC). Identity Data: Family Cards, National IDs, Child IDs, Birth,” demikian isi unggahan tersebut.

Hingga kini, Pemerintah Kota Batam bersama BSSN masih melakukan investigasi untuk memastikan validitas klaim tersebut dan menelusuri ada atau tidaknya kebocoran data pada sistem SPMB. MK-mun

Baca Juga:  Jelang Iduladha, Warga Tanjungpinang Serbu GPM di Lapangan Kampung KB

Redaktur: Munawir Sani