WhatsApp Image 2026-06-23 at 08.40.42

Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (Foto: BP Batam)

BATAM (marwahkepri.com) – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan investasi data center yang terus masuk ke Batam memberikan dampak ekonomi yang luas melalui efek berganda (multiplier effect). Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja berbasis teknologi, tetapi juga menggerakkan sektor informal, jasa, hingga pariwisata.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai investasi data center yang terus mengalir ke Batam memiliki dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan hanya dilihat dari jumlah tenaga kerja yang diserap secara langsung.

Menurut Amsakar, investasi di sektor teknologi informasi, komputasi awan (cloud), dan data center akan menciptakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi khusus sekaligus mendorong pertumbuhan berbagai sektor ekonomi.

“Yang masuk itu investasi teknologi informasi, IT, cloud, atau apa pun namanya. Itu memberikan multiplier effect. Akan ada pendidikan dan pelatihan SDM untuk mengelolanya,” kata Amsakar, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan Batam perlu mulai bertransformasi dari kawasan industri padat karya menuju industri berbasis teknologi. Karena itu, pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas SDM agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga:  Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan, BP Batam Lakukan Rekonstruksi Jalan Gajah Mada

“Yang harus dilakukan adalah mempersiapkan SDM yang bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja yang ada,” ujarnya.

Selain membuka peluang kerja di sektor teknologi, Amsakar menyebut investasi data center juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan sektor informal.

Menurutnya, aktivitas ekonomi di bidang kuliner, transportasi, perdagangan jasa, konstruksi, hingga pariwisata akan ikut berkembang seiring meningkatnya investasi di Batam.

“Pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya bicara tenaga kerja formal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor informal. Kuliner tumbuh, transportasi hidup, konstruksi berkembang, perdagangan jasa dan pariwisata juga ikut bergerak,” ujarnya.

Amsakar mengatakan tren investasi di Batam dalam dua tahun terakhir menunjukkan pergeseran dari industri manufaktur menuju industri berbasis teknologi. Meski demikian, kondisi ketenagakerjaan di Batam dinilai tetap menunjukkan perbaikan.

Ia menyebut angka pengangguran di Batam terus menurun. Berdasarkan pembahasan bersama Komisi II DPR RI, tingginya angka pengangguran lebih dipengaruhi oleh tingginya arus migrasi masyarakat dari berbagai daerah yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan.

“Relatif tidak ada problem soal ketenagakerjaan. Angka pengangguran turun. Setelah kita buka datanya, penyebabnya lebih banyak karena arus migrasi yang masuk ke Batam,” katanya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Karimun Libatkan Orang Tua dalam Penertiban Knalpot Brong

Terkait kebutuhan air bersih untuk operasional data center, Amsakar memastikan persoalan tersebut telah dibahas bersama para investor sejak tahap awal investasi.

Menurutnya, pemerintah telah menyampaikan tantangan yang dihadapi Batam, termasuk terkait pasokan air bersih dan listrik. Sebagai tindak lanjut, investor menyatakan kesiapan membangun infrastruktur pendukung seperti jaringan pipanisasi dan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

“Kami sampaikan persoalan yang ada, termasuk air bersih dan listrik. Mereka siap membangun pipanisasi dan SWRO. Jadi langkah antisipasinya sudah dibahas bersama,” ujarnya. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani