Masyarakat Pulau Laut antusias membeli bahan pokok dalam kegiatan pasar murah Pemkab Natuna, Jumat (21/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna kembali menggelar pasar pangan murah di Kecamatan Pulau Laut, Jumat (17/5/2026) sebagai upaya menekan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat di wilayah perbatasan kepulauan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan dampak kenaikan harga pangan di wilayah kepulauan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan masyarakat di daerah terluar harus mendapatkan perhatian yang sama meski memiliki keterbatasan akses transportasi dan distribusi.
“Ini upaya kita membantu masyarakat dalam mengontrol harga bahan pokok,” ujar Cen Sui Lan kepada wartawan.
Perjalanan menuju Pulau Laut dilakukan melalui jalur laut dengan kondisi cuaca dan ombak yang kerap berubah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Natuna Marwan Syaputra bersama rombongan bahkan berangkat sehari lebih awal menggunakan pompong milik nelayan untuk membawa sembako pasar murah dan sapi bantuan Presiden RI.
“Kami tadi malam berangkat pak, bawa barang sembako dan sapi bantuan dari presiden. Alhamdulillah cuaca bagus,” kata Marwan.
Perjalanan laut selama sekitar empat jam tersebut menggambarkan tantangan distribusi logistik di wilayah kepulauan Natuna yang masih bergantung pada kondisi cuaca dan transportasi laut tradisional.
Pemerintah Kabupaten Natuna menilai pasar murah menjadi langkah intervensi penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah perbatasan.
Program tersebut juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat di pulau-pulau terluar yang selama ini menghadapi tingginya biaya distribusi kebutuhan pokok.
Pemkab Natuna memastikan kegiatan pasar murah akan dilaksanakan secara bertahap di 17 kecamatan sesuai komitmen pemerintah daerah.
“Alhamdulillah kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan sebagai upaya membantu masyarakat,” ujar Cen Sui Lan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Natuna menggandeng Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Toko Berkah Sejahtera, Toko Suka Jadi, dan Toko Lestari Tanjung.
Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasaran, di antaranya minyak goreng Rp15 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp22 ribu, gula pasir Rp12 ribu dari harga biasa Rp18 ribu, beras PHP Rp58 ribu dari harga pasar Rp63 ribu, telur Rp50 ribu per papan, serta tepung Rp15 ribu.
Program pasar murah tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat nelayan dan petani di wilayah kepulauan yang pendapatannya bergantung pada musim dan kondisi cuaca.
Selain menjaga stabilitas harga pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Natuna. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
