Kepala Dinas Kominfo Natuna Ikhwan Solihin saat mengikuti Rakor Satgas Karhutla di Ranai Square, Kamis (3/9/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Natuna meminta seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyepakati satu sumber data dalam menyampaikan perkembangan kebakaran kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai lokasi dan luas kebakaran akurat serta tidak menimbulkan kebingungan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo Natuna, Ikhwan Solihin saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Satgas Karhutla di Ranai Square, Kamis (3/9/2026).
Menurut Ikhwan, perbedaan data dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, terutama informasi mengenai lokasi maupun luas lahan yang terbakar.
“Kominfo siap mempublikasikan informasi terkait Karhutla. Tetapi data yang disampaikan harus akurat dan keluar dari satu pintu,” tegasnya.
Ia mencontohkan perbedaan angka mengenai luas lahan terbakar dan titik lokasi menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi dalam penyampaian informasi Karhutla.
Di satu sisi, masyarakat membutuhkan informasi mengenai kejadian Karhutla secara cepat. Namun, kecepatan penyampaian informasi harus tetap diiringi akurasi agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Artinya lokasi dan luas Karhutla harus jelas. Salah satu contoh sering terjadi adalah luas lahan yang terbakar dan titik lokasinya,” ujarnya.
Karena itu, Ikhwan mendorong seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla untuk menyepakati sumber data yang menjadi rujukan bersama.
Dengan mekanisme satu pintu, setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki sumber data yang sama sehingga tidak terjadi perbedaan angka maupun keterangan antarinstansi.
“Dengan satu pintu, maka apa pun yang kita sampaikan tidak berbeda,” katanya.
Menurut Ikhwan, mekanisme tersebut bukan untuk memperlambat penyebaran informasi. Sebaliknya, satu pintu data diperlukan agar informasi yang disampaikan pemerintah memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.
Dalam situasi Karhutla, informasi mengenai lokasi dan luas kebakaran juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat serta membantu petugas menentukan langkah penanganan di lapangan.
Kominfo Natuna, kata Ikhwan, pada prinsipnya siap menjalankan perannya dalam menyampaikan informasi pemerintah.
Setiap perkembangan Karhutla yang telah terverifikasi dapat segera disampaikan kepada masyarakat melalui kanal informasi pemerintah maupun media massa.
“Intinya Kominfo siap mempublikasikannya, namun datanya harus akurat dan keluar satu pintu,” pungkasnya.
Ikhwan menilai penyampaian informasi yang benar, jelas dan tidak simpang siur menjadi bagian penting dalam upaya bersama menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Natuna. (nang)
Redaktur: Munawir Sani
