f879ef68-41f3-420d-88fd-169db6587ada

BMKG Natuna siap rekomendasikan modifikasi cuaca untuk antisipasi karhutla. (Foto: AI)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna siap meneruskan rekomendasi modifikasi cuaca kepada BMKG pusat apabila Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan permintaan untuk mengantisipasi kondisi kekeringan yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
‎
‎Broadcaster atau Prakirawan BMKG Natuna, Asrul Saparudin, mengatakan modifikasi cuaca dapat menjadi salah satu upaya untuk melakukan pembasahan lahan di tengah kondisi kering yang terjadi di Natuna.
‎
‎“Intinya kalau ada permintaan dari pemerintah kabupaten Natuna untuk modifikasi cuaca, maka kita dari BMKG Natuna akan merekomendasi ke atasan kita pusat,” kata Asrul, Kamis (3/9/2026).
‎
‎Menurutnya, dengan kondisi lahan yang mengalami kekeringan seperti saat ini, Natuna sebenarnya membutuhkan intervensi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.
‎
‎Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca juga harus mempertimbangkan kebutuhan secara nasional. Saat ini sejumlah wilayah lain di Indonesia juga membutuhkan operasi serupa, terutama daerah yang telah terdampak kebakaran hutan dan lahan.
‎
‎“Tapi kan kita melihat lagi secara nasional, modifikasi cuaca itu kan masih dibutuhkan di beberapa daerah lain di Indonesia, nah itu mungkin jadi prioritas tertentu karena beberapa wilayah sudah berdampak karena karhutla,” jelasnya.
‎
‎Meski demikian, apabila Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan permintaan, BMKG Natuna akan meneruskannya kepada BMKG pusat untuk ditindaklanjuti.
‎
‎“Tapi kalau sekiranya ada permintaan dari pemerintah daerah ke kita, maka kita akan teruskan ke BMKG di pusat,” katanya.
‎
‎Asrul menjelaskan, modifikasi cuaca pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk dua tujuan, yakni meningkatkan peluang terjadinya hujan maupun mengurangi atau mencegah terjadinya hujan pada wilayah tertentu sesuai kebutuhan.
‎
‎Untuk kondisi Natuna saat ini, kebutuhan modifikasi cuaca lebih diarahkan pada upaya meningkatkan peluang terjadinya hujan guna membasahi wilayah yang mengalami kekeringan.
‎
‎“Nah kalau saat ini kita di Natuna butuh modifikasi cuaca untuk terjadinya penurunan hujan. itu bisa di lakukan untuk wilayah tertentu yang membutuhkan modifikasi cuaca,” ujarnya.
‎
‎Ia menilai modifikasi cuaca penting sebagai langkah mitigasi, terutama untuk membasahi lahan sehingga potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan. Pembasahan juga diharapkan mampu mencegah meluasnya area apabila kebakaran sudah terjadi.
‎
‎Terkait pelaksanaannya, Asrul menyebut modifikasi cuaca sebelumnya berada di bawah BRIN. Namun, saat ini penanganannya dilakukan langsung oleh BMKG.
‎
‎Ia menambahkan, upaya pencegahan sejak dini menjadi hal yang diharapkan, meskipun pelaksanaan modifikasi cuaca masih membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan instansi lain, terutama dalam penyediaan pesawat dan peralatan pendukung.
‎
‎“Dari kita sebenarnya yang diharapkan itu pencegahan lebih awal, cuma dari BMKG sendiri kan untuk akomodasi peralatan, pesawat, masih diperbantukan dari instansi lain (masih kolaborasi) untuk modifikasi cuaca,” pungkasnya. (nang)

Baca Juga:  Patroli Malam Satlantas Polresta Barelang Tindak Truk Trailer Tanpa Lampu Rem

Redaktur: Munawir Sani