ceo-apple-tim-cook-tiba-di-istana-negara

CEO Apple Tim Cook tiba di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/4/2024). Tim Cook tiba pukul 08.55 WIB untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menaiki mobil Mercy pelat B-227-MPM. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

JAKARTA(marwahkepri.com) – Tugas berat menanti John Ternus setelah dipercaya memimpin Apple. Ia mewarisi perusahaan dengan kapitalisasi pasar sekitar US$4,6 triliun atau setara Rp81.700 triliun, setelah 15 tahun berada di bawah kepemimpinan Tim Cook.

Tim Cook menjabat sebagai CEO Apple sejak 24 Agustus 2011, menggantikan mendiang Steve Jobs. Selama masa kepemimpinannya, nilai perusahaan tumbuh berkali-kali lipat.

Ketika Cook mengambil alih posisi CEO, Apple memiliki nilai sekitar US$350 miliar atau sekitar Rp6.200 triliun. Kini, kapitalisasi pasar perusahaan telah melonjak menjadi sekitar US$4,6 triliun.

Di bawah Cook, Apple juga berkembang menjadi ekosistem teknologi yang jauh lebih luas. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan iPhone dan Mac, tetapi memperluas bisnis ke Apple Watch, AirPods hingga berbagai layanan digital dan finansial.

Saham Apple Melonjak 2.736%

Kinerja saham Apple selama Cook memimpin juga menjadi salah satu pencapaian terbesar.

Saham Apple tercatat melonjak sekitar 2.736% selama periode kepemimpinan Cook. Sebagai perbandingan, indeks S&P 500, termasuk dividen, naik sekitar 769% dalam periode yang sama. Indeks Nasdaq 100 juga mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Kepala Investasi SWBC, Chris Brigati, menilai Cook telah meninggalkan warisan besar meski pendekatan kepemimpinannya berbeda dengan Steve Jobs.

“Steve Jobs meninggalkan warisan yang sangat besar, namun Cook juga meninggalkan warisan yang besar, meski jenisnya berbeda, mengingat pendekatan yang berbeda saat mengembangkan mesin pertumbuhan perusahaan,” kata Brigati, dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga:  Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Google Klaim Jadi Produk dengan Pertumbuhan Tercepat

Menurut Brigati, Cook berhasil menciptakan pertumbuhan yang memberikan keuntungan besar bagi pemegang saham Apple selama 15 tahun terakhir.

John Ternus Diminta Gabungkan Gaya Jobs dan Cook

Kini tantangan tersebut berpindah ke John Ternus.

Para analis menilai Ternus perlu menemukan keseimbangan antara inovasi agresif ala Steve Jobs dan stabilitas bisnis yang menjadi ciri khas kepemimpinan Tim Cook.

Brigati menyarankan Ternus mengambil pendekatan yang menggabungkan kedua karakter tersebut.

Jobs dikenal dengan pendekatan yang berorientasi pada inovasi dan pertumbuhan besar. Sementara Cook membawa Apple ke era pertumbuhan yang lebih stabil dengan memperluas lini produk dan sumber pendapatan perusahaan.

Direktur Pelaksana sekaligus Manajer Portofolio Jensen Investment Management, Allen Bond, juga menilai Cook merupakan pemimpin yang tenang dan cakap dalam menghadapi perubahan besar di industri teknologi.

“Bukan hanya dalam jangka waktu yang lama, namun dalam periode selama perubahan besar dalam lanskap teknologi,” ujarnya.

Kapitalisasi Apple Tumbuh Rp568 Miliar per Jam

Analis Bank of America, Wamsi Mohan, mengungkapkan besarnya pertumbuhan nilai Apple selama era Cook.

Kapitalisasi pasar Apple disebut tumbuh sekitar US$32 juta atau sekitar Rp568,6 miliar setiap jam selama Cook memimpin perusahaan.

Baca Juga:  Huawei Pura X View Meluncur, HP Candybar dengan Layar Lebar Pertama di Dunia

Apple juga menjadi perusahaan pertama yang menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun atau sekitar Rp53.300 triliun. Perusahaan tersebut bahkan beberapa kali kembali menyandang status sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya perubahan yang terjadi di Apple selama 15 tahun terakhir.

Penjualan Apple Naik Tajam

Pertumbuhan Apple tidak hanya terlihat dari nilai saham dan kapitalisasi pasar. Penjualan perusahaan juga meningkat secara signifikan.

Pada 2012, penjualan Apple tercatat sekitar US$157 miliar atau sekitar Rp2.789 triliun.

Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$477 miliar atau Rp8.475 triliun pada tahun fiskal 2026. Tahun fiskal Apple 2026 sendiri akan berakhir pada akhir September.

Dengan warisan sebesar itu, John Ternus menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi sebagai penerus Cook.

Tantangannya bukan sekadar mempertahankan ukuran Apple, tetapi juga memastikan perusahaan tetap mampu menciptakan produk baru, mempertahankan pertumbuhan, serta menghadapi persaingan industri teknologi yang semakin ketat.

Jika Cook dikenal berhasil membangun mesin pertumbuhan Apple yang stabil, Ternus kini harus membuktikan apakah dirinya mampu membawa mesin tersebut memasuki babak berikutnya tanpa kehilangan karakter inovatif yang selama ini melekat pada Apple. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani