Nokia Kalah Bersaing di Era Smartphone Modern

Ilustrasi kejatuhan Nokia. (f: ai)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Nokia pernah menjadi penguasa industri ponsel dunia pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Produk-produknya digunakan jutaan orang di berbagai negara dan menjadi simbol kejayaan industri telekomunikasi saat itu.

Menurut analis dari CCS Insight, Ben Wood, merek Nokia bahkan begitu melekat di benak masyarakat hingga banyak orang lebih mengenal nomor model ponselnya dibanding nama mereknya.

“Orang-orang lebih sering menyebut nomor model seperti 3210 ketimbang mereknya,” ujar Wood.

Namun dominasi Nokia mulai terguncang setelah Apple memperkenalkan iPhone pada 2007.

Kemunculan iPhone mengubah arah industri smartphone secara drastis. Dalam waktu singkat, pangsa pasar smartphone Nokia terus mengalami penurunan.

Berdasarkan data firma riset Gartner, pangsa pasar Nokia yang mencapai 49,4 persen pada 2007 mulai turun menjadi 43,7 persen, lalu 41,1 persen, hingga 34,2 persen pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga : Xiaomi 17T Series Resmi Meluncur 28 Mei 2026, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo

Bahkan pada paruh pertama 2011, pangsa pasar Nokia disebut hanya tersisa sekitar 3 persen.

Menurut Ben Wood, salah satu penyebab utama kejatuhan Nokia adalah rasa percaya diri berlebihan yang dimiliki perusahaan saat berada di puncak kejayaan.

“Mereka merasa tidak mungkin berbuat kesalahan,” kata Wood.

Titik balik terbesar terjadi saat Steve Jobs memperkenalkan iPhone pada Januari 2007.

Saat Nokia lebih fokus pada inovasi perangkat keras, Apple justru melihat masa depan smartphone ada pada perangkat lunak dan pengalaman pengguna.

“Nokia menciptakan ponsel hebat dengan inovasi hardware luar biasa selama bertahun-tahun. Namun Apple melihat bahwa yang dibutuhkan hanyalah sebuah perangkat layar sentuh, sementara pengalaman utama dikendalikan oleh software,” jelas Wood.

Salah satu aspek yang paling banyak dikritik adalah sistem operasi Symbian milik Nokia.

Baca juga : Gemini Intelligence Siap Hadir, Tapi Tak Semua Android Bisa Menjalankannya

Banyak analis menilai Symbian gagal berkembang untuk menghadapi kemajuan sistem operasi modern seperti iOS milik Apple dan Android yang kemudian mendominasi pasar smartphone global.

Selain faktor teknologi, budaya kerja internal dan strategi bisnis Nokia juga dianggap menjadi penyebab lambatnya perusahaan merespons perubahan tren industri.

Pada akhirnya, Nokia kehilangan momentum di tengah persaingan smartphone yang bergerak sangat cepat.

Meski sempat mencoba bangkit melalui kerja sama dengan Microsoft dan menghadirkan lini Lumia berbasis Windows Phone, langkah tersebut tidak mampu mengembalikan kejayaan Nokia seperti sebelumnya.

Kini, kisah Nokia sering dijadikan contoh bagaimana perusahaan teknologi besar bisa kehilangan dominasi apabila gagal beradaptasi terhadap perubahan zaman dan inovasi industri. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani