Ilustrasi teknologi AI canggih pada ponsel Android premium.

Ilustrasi Google Gemini Intelligence. (f: gemini)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Google belum lama ini memperkenalkan branding baru untuk lini fitur kecerdasan buatan mereka bernama Gemini Intelligence.

Meski dijanjikan membawa kemampuan AI super canggih untuk perangkat premium, Google ternyata menetapkan standar spesifikasi yang sangat tinggi sehingga berpotensi membuat banyak smartphone lawas tidak kompatibel.

Berdasarkan informasi yang tercantum di halaman resmi Gemini Intelligence, terdapat sejumlah syarat minimum yang wajib dipenuhi agar smartphone Android dapat menjalankan fitur tersebut.

Beberapa syarat utama yang ditetapkan Google antara lain perangkat harus menggunakan chipset kelas flagship, memiliki RAM minimal 12GB, mendukung AI Core dan Gemini Nano v3 atau versi lebih tinggi, serta mendapatkan jaminan pembaruan sistem operasi Android hingga lima generasi.

Selain itu, produsen juga diwajibkan memberikan pembaruan keamanan kuartalan hingga enam tahun serta memenuhi standar stabilitas perangkat tertentu.

Salah satu syarat paling menentukan adalah dukungan terhadap Gemini Nano v3. Berdasarkan halaman developer Google, dukungan tersebut saat ini mayoritas hanya tersedia untuk perangkat yang dirilis pada akhir 2025 dan sepanjang 2026.

Beberapa perangkat yang diprediksi mendukung teknologi ini antara lain Google Pixel 10 dan Samsung Galaxy S26.

Sementara itu, sejumlah perangkat flagship generasi sebelumnya seperti Google Pixel 9 dan Samsung Galaxy Z Fold 7 disebut belum memenuhi kriteria dukungan Gemini Intelligence.

Meski demikian, masih ada kemungkinan dukungan tersebut hadir melalui pembaruan sistem operasi di masa mendatang karena halaman pengembang Google saat ini masih mengacu pada dukungan API.

Syarat RAM minimal 12GB juga sekaligus memunculkan spekulasi baru terkait seri Google Pixel 11.

Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa model dasar Pixel 11 akan menggunakan RAM 8GB demi menekan biaya produksi. Namun jika rumor tersebut benar, maka model dasar flagship Google sendiri tidak akan mampu menjalankan Gemini Intelligence.

Hal itu dianggap tidak masuk akal mengingat Google sudah memiliki lini seri-A untuk pasar kelas menengah.

Di balik spesifikasi berat tersebut, Gemini Intelligence memang menawarkan sejumlah fitur AI mutakhir yang diklaim mampu mengubah smartphone menjadi “sistem intelijen” pribadi.

Salah satu fitur unggulannya adalah Rambler, yaitu kemampuan AI untuk merapikan hasil dikte suara yang berantakan menjadi teks terstruktur, bahkan ketika pengguna berbicara dengan campuran beberapa bahasa.

Fitur lainnya memungkinkan AI membaca informasi dari foto yang tersimpan di galeri untuk mengisi formulir secara otomatis, seperti data penerbangan dari foto paspor.

Google juga menghadirkan fitur Vibe Code yang memungkinkan pengguna membuat widget kustom secara instan sesuai kebutuhan mereka.

Seluruh fitur Gemini Intelligence dijadwalkan debut pertama kali pada perangkat Pixel dan Samsung Galaxy premium pada akhir 2026.

Banyak pengamat memprediksi teknologi tersebut akan diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Samsung Galaxy Z Fold 8 mendatang. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani