IMG_20260215_064150_467

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu yang digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Anambas di Mapolsek Siantan, beberapa hari yang lalu.(Foto/KA)

ANAMBAS (marwahkepri.com) – Asap tipis mengepul dari wadah berisi air mendidih di halaman Mapolsek Siantan, Kamis, 12 Februari 2026. Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), butiran kristal bening yang selama ini menjadi ancaman bagi generasi muda Kepulauan Anambas, perlahan larut dan menghilang.

Pagi itu, suasana di Mapolsek Siantan terasa lebih khidmat dari biasanya. Di barisan depan tampak Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, berdiri berdampingan dengan Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, perwakilan Lanal Tarempa, Danramil 02 Tarempa, Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, Dinas Kesehatan, serta insan pers.

Sebanyak 56,51 gram sabu hasil pengungkapan dua kasus dengan dua tersangka dimusnahkan. Barang bukti itu dilarutkan ke dalam air mendidih, lalu dibuang ke dalam safety tank—sebuah simbol bahwa ruang bagi narkotika di wilayah kepulauan ini kian dipersempit.

Di tengah prosesi tersebut, Raja Bayu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tidak memberi celah bagi peredaran narkoba.

“Kami berkomitmen untuk menuntaskan, memberantas, dan memusnahkan peredaran narkotika di wilayah Kepulauan Anambas. Ini bukan lagi menjadi rahasia umum, karena berdasarkan berbagai temuan di masyarakat, pernah ditemukan narkotika dalam jumlah besar, bahkan hingga sekitar satu kilogram di beberapa pulau,” ujarnya dilansir dari kabaranambas.com.

Baca Juga:  KM Samudra Jaya Kelautan Hilang Kontak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian di Perairan Anambas

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebagai daerah kepulauan dengan banyak pintu keluar-masuk, Kepulauan Anambas memiliki tantangan geografis tersendiri. Jalur laut yang terbuka lebar menjadi peluang sekaligus kerawanan.

Raja Bayu mengakui kondisi tersebut. Ia menilai sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

Komitmen itu, kata dia, tidak berhenti pada seremoni pemusnahan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyiapkan langkah konkret dari dalam tubuh birokrasi sendiri.

“Ke depan, khususnya di instansi kami, akan dilakukan tes urine secara berkala kepada ASN sebagai langkah pencegahan dan pengawasan. Apabila terdapat indikasi penyalahgunaan, maka akan diproses dan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, sekaligus memberi contoh nyata kepada masyarakat.

Pemusnahan sabu siang itu bukan sekadar agenda rutin penegakan hukum. Ia menjadi penanda bahwa ancaman narkotika masih nyata, namun perlawanan juga terus diperkuat. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi atas langkah tegas jajaran kepolisian dalam mengungkap dan menindak kasus tersebut.

Baca Juga:  Desa Pesisir Timur Kembangkan Ayam Petelur, Atasi Kelangkaan Telur di Anambas

Menutup pernyataannya, Raja Bayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah.

“Kami berharap dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, Kepulauan Anambas dapat benar-benar bersih dari narkotika dan menjadi daerah yang aman serta sehat bagi generasi masa depan,” tutupnya.

Pesan yang disampaikan hari itu mengalir jauh melampaui dinding kantor polisi—menuju pulau-pulau yang tersebar di lautan Anambas, membawa harapan akan masa depan yang lebih bersih.MK-KA