Ilustrasi. (Foto: detik.com)
BATAM (marwahkepri.com) – Seorang pelajar SMP berinisial SH (15) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kampung Tengah, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam, Kamis (11/6/2026) pagi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, sang ibu mencari keberadaan korban setelah tidak menemukannya di tempat tidur sejak pukul 06.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Rayhan Aditya, mengatakan ibu korban sempat berulang kali menghubungi anaknya melalui telepon, namun tidak mendapat respons.
Karena khawatir, ibu korban kemudian memeriksa kamar di lantai atas rumah dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Ia kemudian meminta pertolongan warga sekitar.
Petugas Polsek Nongsa yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Barelang dan tim medis RS Bhayangkara Polda Kepri untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Sekitar pukul 10.00 WIB dilakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis Polresta Barelang. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rayhan, Kamis (11/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan keterangan Tim Inafis Polresta Barelang dan RS Bhayangkara, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Bekas luka pada leher konsisten dengan jeratan tali akibat posisi tubuh korban yang tergantung sehingga menyebabkan kematian,” jelasnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Keluarga korban menerima kejadian meninggal dunia tersebut dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” ujarnya.
Terkait motif, polisi masih melakukan pendalaman. Namun, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, korban diduga memiliki persoalan keluarga.
“Dugaan ada permasalahan keluarga,” tambah Rayhan. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
