Kabut asap menyelimuti wilayah Batam membuat kualitas udara tak sehat. (Foto: pit)
BATAM (marwahkepri.com) – Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kota Batam sejak Rabu (7/10/2026). Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas sekitar 2-3 kilometer dan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Anggraeni mengatakan kabut asap yang menyelimuti Batam merupakan dampak dari kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah lain.
“Adanya kiriman asap karhutla dari wilayah lain,” kata Rayi, Rabu (7/10/2026).
Rayi menyebut kondisi kabut asap menyebabkan jarak pandang di Batam saat ini berada pada kisaran 2-3 kilometer.
Selain jarak pandang yang terbatas, kualitas udara di Batam juga berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan data IQair pada Kamis (8/10/2026), konsentrasi partikulat halus (PM2.5) tercatat 45,8 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker.
“Batasi kegiatan di luar ruangan dan selalu gunakan masker ketika di luar ruangan,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi air yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
“Selain itu, warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan kondisi kesehatannya dan mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.
BMKG turut mengingatkan pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan. Jarak pandang yang terbatas akibat asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan sehingga pengendara disarankan mengurangi kecepatan.
“Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan, perkuat kewaspadaan dan kurangi kecepatan berkendara,” ujarnya. (mun)
Redaktur: Munawir Sani
